Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Saksi Akui Uang Suap dari Azis Syamsuddin untuk Sawer Biduan
Senin, 20-12-2021 - 14:25:27 WIB
kpk
TERKAIT:
 
  • Saksi Akui Uang Suap dari Azis Syamsuddin untuk Sawer Biduan
  •  

    JAKARTA, OPSINEWS.COM - Pengacara Maskur Husain mengakui menerima uang suap dari mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dan politikus muda Golkar Aliza Gunado.

    Hal tersebut diakui Maskur saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Azis Syamsuddin dalam sidang lanjutan kasus suap penanganan perkara korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pemkab Lampung Tengah.

    Awalnya, jaksa penuntut umum pada KPK membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Maskur Husain. Dalam pengakuanya di BAP, Maskur menyebut dirinya dan mantan penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju menerima suap total Rp 3.150.000.000.

    "Sehingga total penerimaan dari Azis Syamsuddin dari yang seharusnya sesuai kesepakatan masing-masing (mendapat) sebesar Rp 2 miliar, menurut catatan Stepanus Robin Pattuju hanya kami terima dari Azis Syamsuddin Rp 1.750.000.000 dan dari Aliza Gunado sebesar Rp 1.4 miliar atau total Rp 3.150.000.000," ucap jaksa membacakan BAP Maskur Husain di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (20/12/2021).

    Dalam BAP yang dibacakan jaksa juga disebutkan bila dari total Rp 3,15 miliar tersebut, Maskur menerima Rp 2,3 miliar ditambah uang dalam bentuk valas nilainya antara USD 26 ribu hingga USD 36 ribu.

    "Sedangkan sisanya adalah jatah atau bagian buat Stepanus Robin Pattuju. Saya tidak mengetahui jumlah pasti total diterima oleh Stepanus Robin Pattuju karena tidak pernah disampaikan kepada saya," masih kata jaksa dalam BAP Maskur.

    Maskur membenarkan dirinya pernah memberikan keterangan demikian di hadapan penyidik KPK. Maskur menyatakan tetap pada keterangan tersebut.

    Kemudian, jaksa bertanya uang yang dia terima dari Azis dan Aliza dipergunakan untuk apa. Jawaban Maskur kembali bertele-tele dan membuat jaksa membacakan kembali BAP Maskur.

    "Saat itu saya terima dalam bentuk cash mata uang rupiah sebesar Rp 800 juta, yang dalam sini tertulis Rp 950 juta yang saksi lupa tepatnya dapat berapa, yang juga dibungkus dalam kantong besar coklat yang disimpan dalam tas ransel warna hitam," kata Jaksa dalam BAP Maskur.

    Masih dalam BAP Maskur, menurut jaksa, uang tersebut salah satunya digunakan untuk membayar uang muka mobil Toyota Harrier 2011 warna putih nomor polisi B 1 ZUS yang sekarang sudah dijual pada bulan Februari 2021.

    "Sisanya saya gunakan untuk biaya sosialisasi saya sebagai calon Wali Kota Ternate, dan untuk memberikan tips atau uang sawer kepada penyanyi dan pemain musik di Jakarta seperti Adas Kafe, Oasis Kafe, Kafe MK, Kafe Kaliber, Kafe Top One, dan Kafe Top Ten," kata Jaksa.

    "Benar pernah memberikan keterangan seperti ini?," tanya jaksa.

    "Iya," kata Maskur.

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam kasus suap. Azis diduga memberikan suap kepada mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju senilai Rp 3,1 miliar.
    Dakwaan Azis Syamsuddin

    Azis Syamsuddin didakwa menyuap mantan penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp 3.099.887.000 dan USD 36 ribu. Suap berkaitan dengan penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK di Lampung Tengah.

    Jaksa KPK menyebut, Azis menyuap Robin dan pengacara Maskur Husain dengan tujuan agar Robin dan Maskur membantu mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

    Dalam dakwaan disebutkan sejak 8 Oktober 2019, KPK menyelidiki dugaan adanya tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

    KPK mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik-45/ 01/ 02/ 2020 tanggal 17 Februari 2020, dimana diduga ada keterlibatan Azis dan Aliza Gunado sebagai pihak penerima suap.

    "Bahwa mengetahui dirinya (Azis) dan Aliza Gunado ikut diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan DAK APBN-P Kabupaten Lampung Tengah, Terdakwa kemudian berusaha agar dirinya dan Aliza Gunado tidak dijadikan tersangka oleh KPK, dengan berupaya meminta bantuan kepada penyidik KPK," kata Jaksa KPK.
     




     
    Berita Lainnya :
  • Pemprov sumut dan Pemkab Deli Serdang lakukan penyegelan tempat hiburan malam
  • Kapolda Riau, Saya Datang Karena Wartawan Adalah Pahlawan Saya
  • DPR Gelar Paripurna Pengesahan RUU IKN
  • Gudang bekas material milik PLN binjai dilalap si jago merah, 6 Unit mobil pemadam diturunkan
  • Gelar Upacara 17 an, Dandim 0313/KPR Sampaikan 7 Poin Penekanan Kasad
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Pemprov sumut dan Pemkab Deli Serdang lakukan penyegelan tempat hiburan malam
    02 Kapolda Riau, Saya Datang Karena Wartawan Adalah Pahlawan Saya
    03 DPR Gelar Paripurna Pengesahan RUU IKN
    04 Gudang bekas material milik PLN binjai dilalap si jago merah, 6 Unit mobil pemadam diturunkan
    05 Gelar Upacara 17 an, Dandim 0313/KPR Sampaikan 7 Poin Penekanan Kasad
    06 Ketua DPW SPI Sumut Beri Arahan Pada Rapat Pembukaan Awal Tahun 2022
    07 Polsek Kampar Amankan 3 Pelaku Judi Qq di Desa Pulau Payung Kec. Rumbio Jaya.
    08 Dedi Suryadi Resmi Dilantik Untuk Ketua Misuri Kota Pekanbaru
    09 Proyek Pengaspalan Di Danau Lancang Asal Jadi demi meraih keuntungan besar.
    10 Pembangunan Gedung Puskesmas Siak hulu ll Kejar Target
    11 Resmikan Mesjid Jami; Pangkalan Kerinci, Bupati H.Zukri Berikan Uang Tunai 100 Juta
    12 Polisi Pastikan Ferdinand Hutahaean Sehat di Rutan Bareskrim
    13 Bupati H.Zukri terima Kunjungan Kapolres AKBP Guntur Muhammad Tariq
    14 Enam Pelaku Gembong Pemalsuan Tanah di Bogor Ditangkap
    15 2022, Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang Digawangi Disketapang Makin Beragam
    16 KPK Sita Uang Rupiah dalam OTT Bupati Penajam Paser Utara
    17 NIK Jadi NPWP, Bank Diminta Segera Sesuaikan Sistem Administrasi Perpajakan
    18 Gubernur Riau Minta Tenaga Kerja Lokal Dilibatkan Pengeboran Sumur Migas
    19 Mantap, di Riau Bakal Ada Modul Pembelajaran Bahaya Narkoba
    20 Inilah Penampakan Jaket G20 Presiden, Sarat Slogan Tegas nan Optimistis
    21 Polda Riau, Bantah Tudingan Setara Institute Kriminalisasi Anthony Hamzah
    22 Pak Jokowi Beri Kabar Gembira.
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik