Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Pengelolaan Hutan Harus Padukan Pertimbangan Lingkungan dengan Ekonomi dan Sosial
Kamis, 04-11-2021 - 13:45:47 WIB
Jokowi
TERKAIT:
 
  • Pengelolaan Hutan Harus Padukan Pertimbangan Lingkungan dengan Ekonomi dan Sosial
  •  

    GLASGOW, OPSINEWS.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan iklim di Indonesia dapat dicapai karena Indonesia menempatkan aksi iklim dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Pertimbangan aspek lingkungan dengan ekonomi dan sosial harus dipadukan.

    “Kebijakan pengelolaan hutan berkelanjutan harus memadukan pertimbangan lingkungan dengan ekonomi dan sosial. Kemitraan dengan masyarakat juga diutamakan,” ujar Presiden dalam pidatonya pada World Leaders Summit on Forest and Land Use di Scotish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, Selasa (04/11/2021).

    Di hadapan para pemimpin dunia, Presiden menjelaskan bahwa program perhutanan sosial dibuat agar konservasi hutan disertai terciptanya penghidupan bagi masyarakat sekitar. Hal ini penting, karena 34 persen dari seluruh desa di Indonesia berada di perbatasan atau di dalam kawasan hutan.

    “Jutaan masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya dari sektor kehutanan. Menafikan hal ini bukan saja tidak realistis, namun juga tidak akan sustainable,” tegasnya.

    Presiden menyebut bahwa 90 persen penduduk dunia yang hidup dalam kemiskinan ekstrem bergantung pada hutan. Penyalahgunaan isu perubahan iklim sebagai hambatan perdagangan adalah kesalahan besar.

    “Hal itu akan menggerus trust terhadap kerja sama internasional atasi climate change, dan malah menghalangi pembangunan berkelanjutan yang justru sangat dibutuhkan,” imbuhnya.

    Oleh karena itu, Presiden menilai pengelolaan hutan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan menjadi satu-satunya pilihan. Indonesia siap berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk itu.

    “Mari kita kelola hutan yang pro-environment, pro-development dan people-centered. Ini adalah tujuan utama dari Forest, Agriculture and Commodity Trade Dialogue, atau FACT Dialogue, yang diketuai bersama Indonesia bersama Inggris sehingga hutan akan menjadi solusi berkelanjutan bagi aksi iklim global,” ajaknya.

    Sebelumnya, pada KTT Pemimpin Dunia COP26, Presiden mengumumkan bahwa sektor kehutanan dan lahan Indonesia akan mencapai Net Carbon Sink pada tahun 2030. Hal tersebut adalah komitmen Indonesia menjadi bagian dari solusi.

    “Capaian nyata Indonesia di sektor kehutanan tidak terbantahkan. Pada tahun 2020, tingkat kebakaran hutan diminimalisir hingga 82 persen,” ungkapnya.

    Selain itu, pada tahun 2019, penurunan emisi dari hutan dan tata guna lahan ditekan hingga 40,9 persen jika dibandingkan tahun 2015. Deforestasi hutan Indonesia juga mencapai tingkat terendah dalam 20 tahun terakhir.

    “Ini dilakukan saat dunia tahun lalu kehilangan 12 persen lebih banyak hutan primer dibanding tahun sebelumnya dan ketika banyak negara maju justru mengalami kebakaran hutan dan lahan yang terbesar sepanjang sejarah,” jelasnya.

    Untuk diketahui, dalam pertemuan tersebut, hanya ada tiga pembicara yang mendapat undangan khusus dari Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Selain Perdana Menteri Inggris, yang mendapatkan kesempatan berbicara adalah Presiden Kolombia, dan Presiden Republik Indonesia.

    Turut mendampingi Presiden saat menghadiri acara tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar.




     
    Berita Lainnya :
  • Bripka Richi, Menolong Orang Adalah Panggilan Nurani
  • Bupati Kampar Sambut Kunker Perdana Pangdam I Bukit Barisan
  • Sozifao Hia Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Akan Serahkan 1 Unit Mobil Ambulance
  • Sidang Lanjutan Perkara Pungli, PH Sebut Semoga Segera Terungkap Aktor Dibalik Layar Pasar SBP
  • Terima Silaturahmi Perkumpulan Nias Kampar, H. Catur: Saling Mendukung Memajukan Kab. Kampar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Bripka Richi, Menolong Orang Adalah Panggilan Nurani
    02 Bupati Kampar Sambut Kunker Perdana Pangdam I Bukit Barisan
    03 Sozifao Hia Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Akan Serahkan 1 Unit Mobil Ambulance
    04 Sidang Lanjutan Perkara Pungli, PH Sebut Semoga Segera Terungkap Aktor Dibalik Layar Pasar SBP
    05 Terima Silaturahmi Perkumpulan Nias Kampar, H. Catur: Saling Mendukung Memajukan Kab. Kampar
    06 Legislator Nasdem, HJ. Haslinar Serap Aspirasi Sembari Bagikan Cenderamata ke Warga
    07 Ka Balmon Pekanbaru, Buka MUSLOK ORARI Lokal Pekanbaru
    08 Unit Reskrim Polsek Siak Hulu Amankan 2 Pelaku Judi Togel di Desa Pandau Jaya
    09 Masih Liarnya Kayu Olahan yang diduga Hasil dari Hutan lindung Di Wilayah Kampar.
    10 Danrem 031-WB Terima Audiensi Panitia Natal Oikumene Wartawan Riau 2021
    11 Kontrak Kerja menjelang 4 bulan, Volume pekerjaan masih 45 Presen.
    12 Kadiskes Riau: Kerja Keras Semua Pihak, Dapat Mengahasilkan Kinerja Yang Maksimal
    13 Klarifikasi Sekdes Desa Baru atas Statmen di Akun Facebook Miliknya.
    14 Warga Minta Polda Riau Dan Polresta Serius Berantas Judi Di Kota Pekanbaru
    15 Tanggapan Berbagai Pihak soal Dugaan Adanya Bisnis Tes PCR
    16 Seekor Tapir Terluka di Mata Akibat Benda Tajam
    17 Gubri: Pemprov Riau Komitmen Bangun Perkebunan Berkelanjutan di Riau
    18 HJ.Sri Rubiyanti, S.IP: Jadikan Fasilitas Untuk Salah satu Wadah Silaturrahmi
    19 Sudah Setahun Bayar Uang Baju, Hanya 2 Pasang Yang Di Terima Oleh Siswa
    20 Sambowo Indro Yuwono/Garot YC5SBW Siap Maju Nakodai
    21 Om Gatot YC5SBW Siap Maju Nahodai " Orari Lokal Pekanbaru "
    22 Viral! Patung Jokowi Digotong Ratusan Warga NTT ke Gunung Sunu
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik