Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Heboh Ketika Tak Lagi Berkuasa Edy Natar Lantang Kritik BBM, Publik Tagih Rekam Jejaknya Saat Menjabat
Jumat, 25-09-2026 - 17:00:19 WIB
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU — OPSINEWS.COM-Heboh Pernyataan mantan Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, yang kini lantang menyoroti persoalan kelangkaan BBM di Riau justru membuka pertanyaan lain yang tak kalah penting: mengapa kritik setajam itu baru terdengar setelah dirinya tidak lagi berada di kursi pemerintahan?

Edy sebelumnya meminta persoalan distribusi BBM, khususnya solar, mendapat perhatian serius.

Desakan tersebut disampaikan Edy usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Riau bersama sejumlah organisasi masyarakat, Pertamina, unsur Forkopimda dan instansi terkait, Rabu (23/9/2026).

Ia bahkan mendorong pembentukan satuan tugas (Satgas) yang melibatkan kepolisian, TNI, kejaksaan dan instansi terkait untuk mengawasi dugaan penyimpangan distribusi BBM.

Tidak berhenti di situ, Edy juga melontarkan pernyataan keras terhadap jajaran aparat keamanan. Ia menyebut, apabila persoalan tersebut tidak mampu ditangani, Kapolda Riau dan Pangdam dapat diminta untuk pindah dari Riau.

Pernyataan itu tentu menjadi hak Edy sebagai tokoh masyarakat untuk menyampaikan kritik. Namun, statusnya sebagai mantan Gubernur Riau membuat publik juga wajar mempertanyakan konsistensi kritik tersebut.

Sebab, persoalan BBM, distribusi, antrean di SPBU, pengawasan BBM bersubsidi dan potensi penyimpangan bukanlah persoalan yang tiba-tiba muncul hari ini.

Lalu, mengapa suara kritik terhadap persoalan tersebut justru terdengar lebih keras ketika Edy sudah tidak lagi memegang jabatan?

Pertanyaan publik kemudian bergeser: ketika masih menjadi bagian dari pemerintahan, sejauh mana persoalan serupa pernah didorong untuk ditangani?

Jika persoalan BBM memang sejak sebelumnya sudah menjadi persoalan masyarakat, publik tentu berhak mengetahui langkah apa yang pernah ditempuh pemerintah daerah ketika Edy masih berada di dalam pemerintahan.

Apakah persoalan tersebut pernah menjadi perhatian serius dalam koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait?

Apakah pernah dilakukan evaluasi terhadap distribusi BBM bersubsidi di daerah?

Dan yang paling penting, apa yang membuat kritik terhadap persoalan BBM hari ini terdengar jauh lebih keras dibanding ketika dirinya masih memiliki kewenangan pemerintahan?

Pertanyaan tersebut bukan untuk menutup ruang kritik Edy. Justru sebaliknya, kritik seorang mantan pejabat publik seharusnya menjadi bagian dari evaluasi yang lebih luas dan terbuka.

Namun, kritik terhadap pejabat yang sedang menjalankan tugas idealnya juga disertai refleksi terhadap periode ketika seorang pengkritik masih memiliki kewenangan.

Terlebih, persoalan BBM tidak berada sepenuhnya di tangan Kapolda atau Pangdam. Distribusi BBM melibatkan pemerintah, Pertamina, pengawasan penyaluran, aparat penegak hukum dan sejumlah instansi lain sesuai tugas serta kewenangan masing-masing.

Karena itu, pernyataan Edy yang meminta Kapolda dan Pangdam pindah dari Riau apabila persoalan tidak terselesaikan harus ditempatkan sebagai desakan atau pandangan pribadi Edy, bukan sebagai kesimpulan bahwa kedua pimpinan institusi tersebut terbukti gagal menjalankan tugas.

Justru yang perlu ditagih kepada seluruh pihak adalah hasil penanganannya.

Jika ada kelangkaan, publik perlu mendapat penjelasan mengenai penyebabnya. Jika terdapat dugaan permainan distribusi, harus ada pembuktian dan proses hukum. Dan jika pengawasan selama ini dianggap belum optimal, perlu dijelaskan bagian mana yang harus diperbaiki.

Pada akhirnya, sorotan Edy Natar terhadap persoalan BBM layak menjadi bahan evaluasi. Tetapi kritik tersebut juga menghadirkan satu pertanyaan yang sulit dihindari:

Ketika masih berkuasa, apa yang sudah dilakukan? Dan mengapa setelah tak lagi memegang jabatan, suara kritik justru terdengar lebih lantang? Tim*




 
Berita Lainnya :
  • Disperindag Terus Berupaya Memberikan Solusi  Bahkan Masalah Ini Akan di Sampaikan Ke Walikota
  • Gerak Cepat Polsek Sei Rampah Tangkap Pelaku Pelemparan Batu, Korban Alami Kebutaan
  • Oknum Anggota DPRD Kampar Dari Fraksi PKS Terlibat Bahkan Tersangka Atas Dugaan Pengalihan Kawasan Hutan menjadi Lahan Sawit di XIII Koto Kampar
  • Jaksa Agung Burhanuddin dan Firman Jaya Daeli Bahas Penguatan Supremasi Hukum dan Transformasi Kejaksaan
  • Heboh Ketika Tak Lagi Berkuasa Edy Natar Lantang Kritik BBM, Publik Tagih Rekam Jejaknya Saat Menjabat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Disperindag Terus Berupaya Memberikan Solusi  Bahkan Masalah Ini Akan di Sampaikan Ke Walikota
    02 Gerak Cepat Polsek Sei Rampah Tangkap Pelaku Pelemparan Batu, Korban Alami Kebutaan
    03 Oknum Anggota DPRD Kampar Dari Fraksi PKS Terlibat Bahkan Tersangka Atas Dugaan Pengalihan Kawasan Hutan menjadi Lahan Sawit di XIII Koto Kampar
    04 Jaksa Agung Burhanuddin dan Firman Jaya Daeli Bahas Penguatan Supremasi Hukum dan Transformasi Kejaksaan
    05 Heboh Ketika Tak Lagi Berkuasa Edy Natar Lantang Kritik BBM, Publik Tagih Rekam Jejaknya Saat Menjabat
    06 Polres Sergai Tangkap Pria 51 Tahun Diduga Edarkan Sabu di Pantai Cermin Kiri, Barang Bukti 1,63 Gram Diamankan
    07 HPN 2027 Didorong Lebih Inklusif, PWI dan JMSI Tekankan Profesionalisme serta Independensi Pers
    08 Polres Sergai Pastikan Penanganan Kasus Kekerasan Anak Berjalan Transparan, Korban Dapat Pendampingan
    09 Wali Kota Tebing Tinggi Tinjau Cath Lab Bantuan Kemenkes, Ditargetkan Beroperasi Januari 2027
    10 Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di SPBU Nomor, 14. 285. 6118 Rambah Baru Terindikasi Sengaja dibiarkan Oleh Aparat Penegak Hukum
    11 Video Penggerebekan di THM Medan Viral, Pria Diduga Kepala SPPG Tebing Tinggi Dilaporkan Istri Sah
    12 Kasat Binmas Polres Sergai Serahkan Anak Terlantar ke Panti Asuhan Selfan, Wujud Kepedulian terhadap Sesama
    13 JMSI Apresiasi Pelayanan Kesbangpol Sergai yang Responsif dan Komunikatif
    14 Wujud Kepedulian Polri, Sat Binmas Polres Sergai Evakuasi Anak Terlantar dan Serahkan ke Dinsos
    15 Respons Cepat Laporan Viral, Polres Sergai dan Polsek Kotarih Musnahkan Dua Gubuk yang Diduga Jadi Lokasi Penyalahgunaan Narkoba
    16 Kapolres Sergai Hadiri Peninjauan Operasionalisasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Dorong Pendidikan Terpadu dan Penguatan SDM
    17 Di duga Kejar Setoran, Aktivis Sutan Paruhuman Nasution Tantang Satgas PETI Tangkap Pemain Besar di Mandailing Natal
    18 WMHPSB Siap Perkuat Sinergi dengan Kapolres Sergai yang Baru, Dorong Komunikasi Terbuka dan Profesional
    19 AKBP Sah Udur Sitinjak Resmi Pimpin Polres Sergai, AKBP Jhon Sitepu Dilepas ke Jabatan Baru
    20 PT TSP Gelar Konsultasi Publik, Bahas Aktivitas Perusahaan dan Pengelolaan Limbah Sungai Bah Sombu
    21 Diikuti Ratusan Wartawan, Dr syahrul Aidi Maazat Gelar Webinar Jurnalisme di Era AI: Antara Kebebasan Pers, Keamanan Digital, dan Regulasi
    22 Kapolres Sergai Ungkap 22 Kasus Narkoba dan 5 Kasus Kriminal, 35 Tersangka Diamankan
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik