Warga Minta Bupati Sergai Evaluasi Camat Sipispis, Soroti Respons Dugaan Limbah ke Sungai Bah Sombu
SERDANG BEDAGAI, OPSINEWS.COM. SUMATERA UTARA | Respons Pemerintah Kecamatan Sipispis terhadap informasi dugaan aliran limbah yang disebut mengarah ke Sungai Bah Sombu, Desa Silau Padang, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menuai sorotan warga.
Seorang warga Sipispis berinisial (IG) meminta Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, mengevaluasi kinerja Camat Sipispis Herbin Damanik terkait penanganan informasi dugaan pencemaran tersebut.
Permintaan itu disampaikan IG saat diwawancarai awak media, Jumat (28/8/2026). Menurutnya, pemerintah kecamatan semestinya tidak hanya menunggu laporan tertulis dari masyarakat ketika telah menerima informasi mengenai dugaan persoalan lingkungan.
“Kami berharap pemerintah jangan menunggu masyarakat membuat laporan tertulis dulu baru bergerak. Kalau sudah ada informasi dan temuan di lapangan, seharusnya segera dicek dan dikoordinasikan dengan dinas terkait,” ujarnya.
IG menilai, apabila informasi mengenai dugaan pencemaran lingkungan telah menjadi perhatian masyarakat, pemerintah di tingkat kecamatan dapat mengambil langkah awal dengan melakukan pengecekan kondisi lapangan serta meneruskannya kepada perangkat daerah yang memiliki kewenangan.
Sorotan tersebut muncul setelah Camat Sipispis sebelumnya menyatakan bahwa pihak kecamatan belum menerima laporan atau pengaduan tertulis dari masyarakat terkait dugaan pembuangan limbah yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Tenera Sergai Perkasa (TSP).
Saat dikonfirmasi awak media, Kamis (27/8/2026), Herbin Damanik mengatakan belum ada warga yang datang ke kantor camat untuk menyampaikan keberatan secara langsung maupun melalui surat.
“Kalau terkait soal warga keberatan, jujur sekali pun tidak ada warga datang ke kantor dan tidak ada warga membawa surat keluhan ke kantor camat,” kata Herbin.
Herbin juga menyampaikan bahwa pihak Kecamatan Sipispis telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sergai melalui dinas yang menangani lingkungan hidup.
Menurut Herbin, dalam koordinasi tersebut pihak kabupaten menyarankan agar keberatan masyarakat disampaikan dalam bentuk laporan atau surat tertulis.
“Sudah pernah koordinasi sama dinas, kalau bisa tertulis, lah, katanya. Karena kujawab dasarnya tidak ada, karena masyarakat tidak ada menyampaikan tertulis,” ujarnya.
Namun, bagi IG, persoalan dugaan pencemaran sungai semestinya tidak berhenti pada persoalan ada atau tidaknya laporan tertulis. Ia berharap pemerintah melakukan pemeriksaan langsung guna memastikan kondisi Sungai Bah Sombu.
Jika diperlukan, kata dia, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan pengambilan sampel dan pengujian oleh instansi yang berwenang untuk mengetahui apakah terdapat kandungan pencemar serta memastikan sumber dan dampaknya.
Minta Pemkab Beri Kepastian
IG berharap Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai segera mengambil langkah konkret dan terbuka terhadap informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemeriksaan lapangan penting dilakukan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi serta masyarakat memperoleh kepastian mengenai kondisi Sungai Bah Sombu.
Di sisi lain, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat hasil pemeriksaan resmi yang menyatakan bahwa Sungai Bah Sombu telah tercemar atau bahwa dugaan tersebut berasal dari PT Tenera Sergai Perkasa (TSP).
Karena itu, Opsinews.com tidak menyimpulkan telah terjadi pencemaran maupun pelanggaran lingkungan sebelum adanya hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari instansi berwenang.
Pemberitaan ini juga merupakan bagian dari upaya memperoleh klarifikasi dan mendorong transparansi pemerintah dalam menindaklanjuti informasi yang menjadi perhatian masyarakat.
Masyarakat kini menunggu langkah Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai untuk memastikan fakta di lapangan sekaligus memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi Sungai Bah Sombu dan tindak lanjut atas informasi dugaan aliran limbah tersebut. (Tim)
Komentar Anda :