Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Anggaran Kehumasan PTPN IV Kebun Rambutan Tertunda Dua Bulan, JMSI Soroti Transparansi dan Pertanggungjawaban Keuangan
Sabtu, 08-08-2026 - 10:18:43 WIB
TERKAIT:
   
 

Serdang Bedagai, OPSINEWS.COM. Sumatera Utara | Realisasi sejumlah anggaran yang berkaitan dengan kebutuhan kehumasan di PTPN IV Regional 1 Kebun Rambutan menjadi sorotan. Pasalnya, sejumlah pembayaran kepada stakeholder maupun mitra kehumasan disebut belum direalisasikan hingga sekitar dua bulan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai status, mekanisme pengajuan, proses verifikasi, hingga tahapan pencairan anggaran yang berkaitan dengan bidang kehumasan di tingkat Kebun Rambutan.

Ketua Pengurus Cabang Jaringan Media Siber Indonesia (Pengcab JMSI) Kabupaten Serdang Bedagai–Kota Tebing Tinggi, Irlan Jaya Situmorang, S.H., meminta manajemen PTPN IV Regional 1 Kebun Rambutan memberikan penjelasan secara terbuka dan proporsional terkait persoalan tersebut.

Menurut Irlan, penjelasan diperlukan agar tidak muncul spekulasi mengenai pengelolaan anggaran perusahaan, khususnya menyangkut anggaran kehumasan dan pembayaran kepada pihak-pihak yang menjadi mitra perusahaan.

Sorotan itu mencuat setelah Asisten Personalia Kebun (APK) Kebun Rambutan, Fajrin, sebelumnya menyampaikan kepada awak media bahwa terdapat sejumlah biaya yang memang belum dikeluarkan oleh perusahaan.

“Baik pak, akan saya sampaikan setelah dilakukan pengecekan, karena ada beberapa biaya yang belum dikeluarkan perusahaan,” kata Fajrin dalam komunikasi sebelumnya melalui WhatsApp.

Ketika dikonfirmasi kembali mengenai kepastian pencairan, Fajrin menyampaikan bahwa dirinya sedang menjalankan tugas luar dan belum memperoleh informasi terbaru dari bagian keuangan Kebun Rambutan.

“Izin pak, sampai dengan 2 hari lalu saya belum dikonfirmasi bagian keuangan Kebun Rambutan terkait pencairan biaya, karena selama 2 hari ini saya sedang tugas luar,” tulisnya.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian JMSI Sergai–Tebing Tinggi. Irlan mempertanyakan alasan tertundanya realisasi anggaran, terutama apabila pembayaran tersebut merupakan bagian dari kebutuhan rutin perusahaan.

Menurut Irlan, status anggaran yang belum direalisasikan perlu dijelaskan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik, khususnya terkait bagaimana perencanaan dan pertanggungjawaban anggaran bidang kehumasan dikelola.

“Apakah perusahaan besar seperti BUMN minim atau tidak punya anggaran sehingga realisasinya tersendat dan tertunda sampai sekitar dua bulan?” ujar Irlan.

Ia juga mempertanyakan bagaimana mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan bidang kehumasan di tingkat Kebun Rambutan disampaikan kepada manajemen perusahaan.

“Bagaimana manajemen Kebun Rambutan, dalam hal ini bidang kehumasan, menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan kepada perusahaan? Hal ini perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan maupun persepsi negatif di masyarakat,” tegasnya.

Irlan menambahkan, apabila memang terdapat keterlambatan pembayaran, manajemen dinilai perlu memberikan informasi yang jelas mengenai penyebabnya, apakah berkaitan dengan proses administrasi, verifikasi, ketersediaan anggaran, atau kebijakan internal perusahaan.

Ia juga menyebut adanya dugaan rekayasa dalam laporan penggunaan anggaran kehumasan. Namun, tudingan tersebut masih berupa dugaan dan memerlukan pembuktian serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

“Saya menduga ada rekayasa dalam penggunaan laporan keuangan yang dilakukan oleh manajemen Kebun Rambutan, khususnya yang berkaitan dengan bidang kehumasan di bawah naungan Asisten Personalia Kebun. Ini tentu harus dibuktikan dan dijelaskan berdasarkan data serta dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Irlan.

Irlan menilai, apabila benar terdapat keterlambatan realisasi anggaran selama kurang lebih dua bulan, persoalan tersebut tidak seharusnya berhenti pada penjelasan bahwa biaya belum dikeluarkan perusahaan.

Menurutnya, perlu ada kejelasan mengenai nilai anggaran, pos anggaran, dasar pengajuan, tahapan verifikasi, pihak yang berwenang melakukan persetujuan, hingga alasan keterlambatan pencairan.

“Kalau memang belum direalisasikan, sampaikan secara terbuka apa penyebabnya dan kapan penyelesaiannya. Jika memang sudah dianggarkan tetapi belum dibayarkan, publik berhak mendapatkan penjelasan yang proporsional dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sorotan tersebut juga menjadi momentum bagi manajemen PTPN IV Regional 1 Kebun Rambutan untuk memastikan seluruh pengelolaan anggaran perusahaan berjalan sesuai ketentuan, terdokumentasi, serta memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.

Konfirmasi Belum Mendapat Tanggapan

Media Siber irlanjayanews.com kembali melakukan konfirmasi kepada APK Kebun Rambutan, Fajrin, pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 08.03 WIB.

Konfirmasi tersebut diarahkan untuk memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan dan penggunaan anggaran bidang kehumasan, termasuk alasan tertundanya sejumlah pembayaran kepada stakeholder maupun mitra kehumasan.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Fajrin belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan lanjutan terkait pertanyaan tersebut. (Mendrova/Tim)




 
Berita Lainnya :
  • Dinilai Kurang Responsif Soal Anggaran Kehumasan, Ketua JMSI Irlan Jaya Situmorang, S.H., Minta Manajemen PTPN IV Evaluasi Kinerja APK Kebun Rambutan
  • Ijeck Ukir Prestasi di Tobasari, Sabet Gelar APRC 2026 dan Juara Nasional Rally 2026
  • Diduga Bacok Kepala Lansia dengan Parang, Pria 24 Tahun Ditangkap Polsek Sei Rampah
  • Anggaran Kehumasan PTPN IV Kebun Rambutan Dipertanyakan, APK Belum Buka Rincian Total dan Penggunaannya, Ketua JMSI Akan Layangkan Surat Resmi Permohonan Informasi 
  • Anggaran Kehumasan PTPN IV Kebun Rambutan Tertunda Dua Bulan, JMSI Soroti Transparansi dan Pertanggungjawaban Keuangan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Dinilai Kurang Responsif Soal Anggaran Kehumasan, Ketua JMSI Irlan Jaya Situmorang, S.H., Minta Manajemen PTPN IV Evaluasi Kinerja APK Kebun Rambutan
    02 Ijeck Ukir Prestasi di Tobasari, Sabet Gelar APRC 2026 dan Juara Nasional Rally 2026
    03 Diduga Bacok Kepala Lansia dengan Parang, Pria 24 Tahun Ditangkap Polsek Sei Rampah
    04 Anggaran Kehumasan PTPN IV Kebun Rambutan Dipertanyakan, APK Belum Buka Rincian Total dan Penggunaannya, Ketua JMSI Akan Layangkan Surat Resmi Permohonan Informasi 
    05 Anggaran Kehumasan PTPN IV Kebun Rambutan Tertunda Dua Bulan, JMSI Soroti Transparansi dan Pertanggungjawaban Keuangan
    06 Kurang dari 6 Jam, Polsek Kotarih Ringkus Terduga Pelaku Curanmor hingga ke Tebing Tinggi
    07 Pererat Sinergi Antarlembaga, Polres Sergai dan Pengadilan Agama Gelar Latihan Menembak Bersama
    08 Respons Cepat Laporan Masyarakat, Sat Intelkam Polres Sergai Amankan Sopir Truk Tangki Diduga Konsumsi Sabu di Jalinsum Sei Rampah
    09 Respons Cepat Laporan Masyarakat, Sat Intelkam Polres Sergai Amankan Sopir Truk Tangki Diduga Konsumsi Sabu di Jalinsum Sei Rampah
    10 Ziarah HUT Ke-1 Kodam XIX Tuanku Tambusai, Penghormatan kepada Pahlawan Berlangsung Khidmat
    11 Kapolda Riau Didesak Bertindak! Galian C Ilegal Air Hitam Pekanbaru Berjalan Leluasa, Terbukti Melawan Hukum dan Membabat Habis Lingkungan #Galian C Ilegal di Air Hitam Pekanbaru: Rugikan Negara, Rusak Lingkungan, Terancam Hukuman Pidana Berat yang d
    12 Pengurus Cabang JMSI Sergai–Tebing Tinggi Audiensi dengan Wali Kota, Perkuat Sinergi Media dan Pemerintah
    13
    14 Pascakecelakaan KA dan Dump Truk, Perlintasan Sebidang KM 36 Lubuk Pakam–Perbaungan Resmi Ditutup Permanen Mulai 7 Agustus 2026
    15 Wali Kota Tebing Tinggi Tegaskan SP3 Catin Jadi Garda Terdepan Cegah Stunting dan Wujudkan Generasi Sehat
    16 Wali Kota Tebing Tinggi Buka Kampanye Germas ISPS 2026, Tekankan Sinergi Cegah Stunting Sejak dari Keluarga
    17 Respons Cepat Aduan Warga, Sat Narkoba Polres Sergai Bersama Polsek Perbaungan Musnahkan Lapak Diduga Sarang Sabu di Desa Bingkat
    18 Forkopimda Sergai Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat, Kapolres Tegaskan Komitmen Kawal Lingkungan Belajar yang Aman dan Kondusif
    19 Mafia BBM Subsidi Beropini Sebut Puluhan Oknum Wartawan Pelalawan Diduga Terima Uang Dari Bos Mafia BBM Subsidi
    20 Dump Truk Tertabrak KA Putri Deli di Perlintasan Tanpa Plang di Sergai, Satu Orang Tewas
    21 Diduga Kurang Konsentrasi, Avanza Tabrak Belakang Truk Kontainer di Tol Medan–Tebing Tinggi; Satu Penumpang Tewas, Tujuh Luka-luka
    22 Polsek Kotarih Gerebek Gubuk Diduga Sarang Narkoba di Sergai, Seorang Pria Diamankan
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik