Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Soal ‘Londo Ireng’ Jangan Salah Mengerti
Ketua Umum JMSI Teguh Santosa: Presiden Prabowo Tidak Pernah Menyebut Wartawan sebagai 'Londo Ireng'
Rabu, 29-07-2026 - 20:36:22 WIB
TERKAIT:
   
 

Palembang, OPSINEWS.COM | Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak pernah menyebut profesi wartawan, jurnalis, pengamat, maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai "Londo Ireng". Menurutnya, pernyataan Presiden justru mengingatkan adanya pihak-pihak tertentu yang menggunakan profesi tersebut sebagai kedok untuk mengabdi pada kepentingan bangsa lain.

Penegasan itu disampaikan Teguh Santosa saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus Daerah (Pengda) JMSI Sumatera Selatan di Gedung Bina Praja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (28/7/2026).

Acara tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Panji Cahyanto, yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta insan pers dari berbagai media di Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Teguh mengajak insan pers memahami secara utuh konteks pernyataan Presiden Prabowo yang belakangan menjadi perbincangan publik.

"Kalau disimak secara utuh, Presiden Prabowo sama sekali tidak mengatakan wartawan, jurnalis, pengamat, ataupun LSM adalah 'Londo Ireng'. Yang disampaikan Presiden adalah adanya orang-orang Indonesia yang mengabdi kepada kepentingan bangsa lain dan menggunakan profesi-profesi tersebut sebagai kedok," ujar Teguh.

Ia menjelaskan bahwa istilah "Londo Ireng" yang disampaikan Presiden merujuk pada individu yang secara sadar lebih berpihak kepada kepentingan asing dibandingkan kepentingan nasional.

"Pesan Presiden adalah agar kita waspada terhadap oknum yang memanfaatkan profesi wartawan, pengamat, maupun aktivis LSM sebagai topeng. Bukan berarti profesi-profesi tersebut yang dimaksud sebagai 'Londo Ireng'," tegas Teguh, yang juga merupakan dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain menyoroti isu tersebut, Teguh juga menyampaikan dua amanat penting kepada Ketua Pengda JMSI Sumatera Selatan, Firdaus Komar, beserta seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik.

Pertama, Pengda JMSI diminta memastikan seluruh perusahaan media yang menjadi anggota JMSI memiliki tata kelola bisnis yang sehat, profesional, mandiri, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi para pekerjanya.

Menurutnya, perusahaan pers yang kuat secara manajemen akan lebih mampu menjaga independensi serta menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas.

Kedua, anggota JMSI dituntut menghadirkan karya jurnalistik yang tidak hanya memenuhi kaidah penulisan dan Kode Etik Jurnalistik, tetapi juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.

Teguh mengingatkan agar media siber tidak terjebak dalam praktik clickbait ataupun sekadar mengikuti isu yang sedang viral demi mengejar jumlah pembaca.

"Media harus mampu menghadirkan narasi yang utuh, mencerahkan, dan memberikan literasi kepada masyarakat. Jangan hanya mengikuti arus informasi yang sedang ramai atau sekadar karena fenomena fear of missing out (FOMO)," katanya.

Ia juga mendorong insan pers untuk berani menghadirkan perspektif yang berbeda dan membangun arus informasi yang sehat, bukan sekadar mengikuti opini publik yang belum tentu benar.

"Jangan takut menjadi berbeda. Justru kita ingin menciptakan arus besar informasi yang benar, bukan ikut-ikutan dalam arus besar yang keliru," ujarnya.

Menutup sambutannya, Teguh Santosa menyatakan optimistis bahwa apabila JMSI konsisten menjalankan perannya sebagai organisasi perusahaan pers yang profesional, maka kebebasan informasi dan perkembangan teknologi digital dapat menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

Ia menilai, kemajuan teknologi informasi semestinya menjadi kekuatan untuk mempercepat kemajuan bangsa, sebagaimana telah dibuktikan oleh sejumlah negara yang sebelumnya memiliki tingkat pembangunan setara dengan Indonesia.

"Jika dikelola dengan baik, kebebasan informasi dan revolusi digital tidak akan membawa kemunduran, melainkan menjadi lokomotif kemajuan bangsa," pungkasnya.  (Mendrova)




 
Berita Lainnya :
  • 31 Tahun Bekerja di PT STS, Ahmad Hasan Meninggal Dunia Diduga Tanpa Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan
  • Polsek Tambang Sikat 3 Orang Pengedar Narkoba dan Sita Belasan Paket Sabu-sabu Serta Pil Ekstasi
  • Pasar Malam Tanjung Marulak di duga Tidak Memiliki Izin Keramaian dari Kepolisian Setempat
  • BUPATI SERGAI TEKANKAN APBD 2027 HARUS TEPAT SASARAN: JANGAN HANYA KEJAR SERAPAN ANGGARAN, MANFAAT NYATA UNTUK RAKYAT JADI PRIORITAS
  • DUA TAHUN PERKARA BELUM TUNTAS, OPSINEWS.COM DESAK KEJELASAN PENYIDIKAN DAN LANGKAH KONKRET POLRES SERGAI CARI DPO RIDWAN FALEFFI
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 31 Tahun Bekerja di PT STS, Ahmad Hasan Meninggal Dunia Diduga Tanpa Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan
    02 Polsek Tambang Sikat 3 Orang Pengedar Narkoba dan Sita Belasan Paket Sabu-sabu Serta Pil Ekstasi
    03 Pasar Malam Tanjung Marulak di duga Tidak Memiliki Izin Keramaian dari Kepolisian Setempat
    04 BUPATI SERGAI TEKANKAN APBD 2027 HARUS TEPAT SASARAN: JANGAN HANYA KEJAR SERAPAN ANGGARAN, MANFAAT NYATA UNTUK RAKYAT JADI PRIORITAS
    05 DUA TAHUN PERKARA BELUM TUNTAS, OPSINEWS.COM DESAK KEJELASAN PENYIDIKAN DAN LANGKAH KONKRET POLRES SERGAI CARI DPO RIDWAN FALEFFI
    06 Polres Sergai Terbitkan DPO Ridwan Faleffi, Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan Masih Dicari
    07 Residivis Curanmor Lintas Wilayah Ditahan di Polsek Tualang Sementara Polsek Binawidya Bantah Tak Lanjutkan 4 Laporan Polisi Agus
    08 Wujud Kepedulian Sosial, Kapolres Sergai Salurkan Tali Asih ke Yayasan Cahaya Hati Kemanusiaan
    09 KECELAKAAN BERUNTUN DI PERBAUNGAN: SOPIR ANGKOT KUPM MENINGGAL DUNIA, SEMBILAN ORANG LUKA-LUKA
    10 Aksi Koboy Preman Jalanan Todongkan Pistol Kepada Pedagang Di jalan Arifin Ahmad, Kecamatan bukit Raya, Kota Pekanbaru Viral
    11 Wali Kota Tebing Tinggi Dorong Perluasan PJU hingga Gang Permukiman, PLN Targetkan Listrik Kolam Renang Kembali Menyala Oktober
    12 GSN di Desa Tarean, Tim Gabungan Sisir Pondok Diduga Lokasi Penyalahgunaan Narkoba, Pelaku Nihil
    13 Polres Sergai Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Perbaungan, Kapolres Letakkan Batu Pertama
    14 Pemko Tebing Tinggi Siapkan Tes Urine bagi Seluruh ASN, Perkuat Komitmen Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dari Narkoba
    15 Polda Sumut Gerebek Lokasi Diduga Sarang Narkoba di Percut Sei Tuan, 37 Orang Diamankan, 27 Positif Narkoba
    16 Pasca Penggerebekan, Bareskrim dan Polda Riau Pasang Line di MP Club Pekanbaru
    17 Tabrak Lari di Jalinsum Sergai, Lansia 79 Tahun Tewas di TKP, Pengemudi Daihatsu Sigra Diburu Polisi
    18 Polsek Dolok Masihul Ringkus Dua Terduga Pelaku Pembongkaran Rumah, Kerugian Korban Ditaksir Rp25 Juta
    19 Kapolres Sergai Turun Langsung dalam Gerebek Sarang Narkoba di Pantai Cermin Kiri, Satu Pria Diamankan
    20 Respon Cepat Polres Kampar dan Polsek Tambang Tak di Ragukan Kinerja Nyata
    21 Polres Kampar Ungkap kejahatan Guru Ngaji, Diduga Cabuli 4 Anak Dibawah Umur
    22 Polsek Kampar Kiri Tangkap Warga Desa Subarak Terkait Peredaran Narkoba
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik