Polda Sumut Kerahkan Personel Terlatih Jadi Sopir Truk Tangki BBM, Pengacara Muda Alvin Apresiasi Langkah Percepat Distribusi
Medan, Sumatera Utara. OPSINEWS.COM - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengambil langkah cepat untuk membantu mempercepat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menyiapkan personel Polri yang memiliki kompetensi sebagai pengemudi truk tangki BBM. Langkah tersebut merupakan solusi sementara guna mengatasi keterbatasan awak mobil tangki (AMT) yang berdampak pada kelancaran distribusi BBM di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari pengacara muda, Alvin, yang menilai langkah Polda Sumut merupakan bentuk respons cepat dalam menjaga kepentingan masyarakat di tengah kendala distribusi BBM.
"Langkah yang diambil Polda Sumut patut diapresiasi karena menjadi solusi sementara untuk mempercepat distribusi BBM kepada masyarakat. Ini menunjukkan kehadiran negara dalam mengatasi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat," ujar Alvin.
Sementara itu, Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumut Kombes Pol. Dwi Tunggal Jaladri, didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, menyampaikan kebijakan tersebut saat memberikan keterangan kepada awak media di depan Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (16/7/2026).
Kombes Dwi menjelaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara, Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah, serta jajaran Polda Sumut, diketahui salah satu penyebab terhambatnya distribusi BBM adalah berkurangnya jumlah awak mobil tangki (AMT).
Sebagai langkah antisipasi, Polda Sumut menyiapkan 10 personel Polri yang telah memiliki kemampuan dan sertifikasi mengemudikan kendaraan truk tangki BBM untuk menggantikan sementara AMT yang berhalangan bertugas. Personel tersebut akan diterjunkan sesuai kebutuhan dan berdasarkan permintaan dari pihak terkait.
"Kami menyiapkan tambahan 10 personel Polri untuk membantu sebagai pengemudi kendaraan tangki BBM. Ini merupakan langkah sementara agar distribusi BBM tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," ujar Kombes Pol. Dwi Tunggal Jaladri.
Ia menegaskan, personel yang diterjunkan bukan dipilih secara sembarangan. Seluruhnya telah mengikuti pelatihan khusus mengemudikan kendaraan tangki BBM sehingga memahami standar operasional dan prosedur keselamatan dalam proses distribusi bahan bakar.
> "Anggota yang kami siapkan sudah memiliki kualifikasi dan pernah mengikuti pelatihan. Jadi bukan karena bisa mengemudikan truk kemudian langsung ditugaskan, tetapi memang sudah dibekali kemampuan untuk mengoperasikan kendaraan tangki BBM," jelasnya.
Menurutnya, pelatihan tersebut telah dilaksanakan sejak penanganan gangguan distribusi BBM akibat bencana alam di wilayah Sibolga, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan pada tahun 2025. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sehingga personel siap diterjunkan sewaktu-waktu apabila kondisi serupa kembali terjadi.
Selain menyiapkan personel sebagai pengemudi, Polda Sumut juga membuka layanan pengawalan terhadap kendaraan tangki BBM selama proses distribusi. Pengawalan dilakukan atas permintaan dari Pertamina maupun pengelola SPBU guna memastikan pengiriman BBM berlangsung aman, lancar, dan tepat waktu.
Kombes Dwi menambahkan, koordinasi antara Polda Sumut, Pertamina, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
"Berdasarkan hasil koordinasi, stok BBM di Sumatera Utara masih mencukupi. Kami akan terus mendukung setiap langkah percepatan distribusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," pungkasnya.
Polda Sumut Kerahkan Personel Terlatih Jadi Sopir Truk Tangki BBM, Pengacara Muda Alvin Apresiasi Langkah Percepat Distribusi
Medan, Sumatera Utara. Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengambil langkah cepat untuk membantu mempercepat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menyiapkan personel Polri yang memiliki kompetensi sebagai pengemudi truk tangki BBM. Langkah tersebut merupakan solusi sementara guna mengatasi keterbatasan awak mobil tangki (AMT) yang berdampak pada kelancaran distribusi BBM di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari pengacara muda, Alvin, yang menilai langkah Polda Sumut merupakan bentuk respons cepat dalam menjaga kepentingan masyarakat di tengah kendala distribusi BBM.
"Langkah yang diambil Polda Sumut patut diapresiasi karena menjadi solusi sementara untuk mempercepat distribusi BBM kepada masyarakat. Ini menunjukkan kehadiran negara dalam mengatasi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat," ujar Alvin.
Sementara itu, Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumut Kombes Pol. Dwi Tunggal Jaladri, didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, menyampaikan kebijakan tersebut saat memberikan keterangan kepada awak media di depan Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (16/7/2026).
Kombes Dwi menjelaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara, Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah, serta jajaran Polda Sumut, diketahui salah satu penyebab terhambatnya distribusi BBM adalah berkurangnya jumlah awak mobil tangki (AMT).
Sebagai langkah antisipasi, Polda Sumut menyiapkan 10 personel Polri yang telah memiliki kemampuan dan sertifikasi mengemudikan kendaraan truk tangki BBM untuk menggantikan sementara AMT yang berhalangan bertugas. Personel tersebut akan diterjunkan sesuai kebutuhan dan berdasarkan permintaan dari pihak terkait.
"Kami menyiapkan tambahan 10 personel Polri untuk membantu sebagai pengemudi kendaraan tangki BBM. Ini merupakan langkah sementara agar distribusi BBM tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," ujar Kombes Pol. Dwi Tunggal Jaladri.
Ia menegaskan, personel yang diterjunkan bukan dipilih secara sembarangan. Seluruhnya telah mengikuti pelatihan khusus mengemudikan kendaraan tangki BBM sehingga memahami standar operasional dan prosedur keselamatan dalam proses distribusi bahan bakar.
> "Anggota yang kami siapkan sudah memiliki kualifikasi dan pernah mengikuti pelatihan. Jadi bukan karena bisa mengemudikan truk kemudian langsung ditugaskan, tetapi memang sudah dibekali kemampuan untuk mengoperasikan kendaraan tangki BBM," jelasnya.
Menurutnya, pelatihan tersebut telah dilaksanakan sejak penanganan gangguan distribusi BBM akibat bencana alam di wilayah Sibolga, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan pada tahun 2025. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sehingga personel siap diterjunkan sewaktu-waktu apabila kondisi serupa kembali terjadi.
Selain menyiapkan personel sebagai pengemudi, Polda Sumut juga membuka layanan pengawalan terhadap kendaraan tangki BBM selama proses distribusi. Pengawalan dilakukan atas permintaan dari Pertamina maupun pengelola SPBU guna memastikan pengiriman BBM berlangsung aman, lancar, dan tepat waktu.
Kombes Dwi menambahkan, koordinasi antara Polda Sumut, Pertamina, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
"Berdasarkan hasil koordinasi, stok BBM di Sumatera Utara masih mencukupi. Kami akan terus mendukung setiap langkah percepatan distribusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," pungkasnya. (Mendrova/Tim)
(Tim)
Komentar Anda :