Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Wartawan Kembali Diintimidasi Saat Liput PETI di Logas, Aktivitas Tambang Ilegal Diduga Masih Bebas Beroperasi
Sabtu, 06-06-2026 - 10:00:46 WIB
TERKAIT:
   
 

KUANTAN SINGINGI – OPSINEWS.COM-Dugaan kuat masih bebas beroperasinya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Logas, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, kembali memunculkan persoalan serius. Tidak hanya soal kerusakan lingkungan dan dugaan pelanggaran hukum, tetapi juga kembali terjadinya tindakan intimidasi terhadap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik.

Peristiwa terbaru terjadi pada 22 Mei 2026 saat tim wartawan dari Mitramabesnews.id dan IntelijenJendral.com turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti informasi masyarakat yang menyebut aktivitas PETI di wilayah tersebut masih beroperasi secara terang-terangan meski telah lama menjadi sorotan publik.

Ironisnya, investigasi yang dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut justru berujung pada dugaan penghalangan kerja pers, perampasan telepon genggam, intimidasi, hingga ancaman terhadap keselamatan wartawan.

Sesampainya di sekitar lokasi sekitar pukul 11.00 WIB, tim wartawan yang terdiri dari Rahmat Agus Gea, Heppynes, dan Sekagesima memasuki kawasan yang diduga menjadi lokasi aktivitas PETI melalui jalur Pasar Logas menuju Mudik Lembu.

Menurut hasil investigasi di lapangan, tidak lama setelah menyeberangi sungai, suara mesin tambang sudah terdengar jelas dari berbagai arah. Suara yang diduga berasal dari mesin dompeng, stingkai hingga alat berat jenis ekskavator terdengar hampir sepanjang jalur sungai dan dibeberapa titik area perkebunan.

Berdasarkan pengamatan tim di lapangan, aktivitas tersebut diduga berlangsung di banyak titik dan jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan unit.

Wartawan Dibuntuti dan Telepon Genggam Dirampas
Saat tim mulai memasuki area yang diduga menjadi lokasi aktivitas PETI, seorang pria yang mengaku sebagai Datuk setempat langsung membuntuti dan menghentikan langkah wartawan.

Pria tersebut diduga merampas salah satu telepon genggam milik wartawan dan menghubungi sejumlah rekannya untuk datang ke lokasi. Tidak lama kemudian, sekitar enam orang berkumpul dan secara bersama-sama mencegah wartawan untuk melanjutkan peliputan.

Dalam peristiwa tersebut, pria yang mengaku sebagai Datuk itu diduga melakukan intimidasi verbal, mendorong wartawan, membentak, serta mencoba melakukan pemukulan.

Tim wartawan memilih tidak melakukan perlawanan demi menghindari situasi yang berpotensi mengancam keselamatan.

Menurut keterangan wartawan di lokasi, pria tersebut berulang kali menyatakan bahwa wilayah tersebut tidak boleh dimasuki wartawan.

"Ngapain kalian di sini? Ini daerah saya dan kampung saya. Ada peraturan di kampung ini. Wartawan tidak boleh masuk ke lokasi tambang. Kalau datang hanya boleh sampai di warung yang sudah ditentukan," ucapnya sebagaimana terekam dalam video yang berhasil diamankan wartawan.

Pria tersebut juga menegaskan bahwa wartawan dilarang mengambil gambar aktivitas tambang yang berlangsung di lokasi.

Diduga Orang yang Sama Kembali Muncul

Hasil penelusuran awak media terhadap rekaman video yang berhasil diperoleh menunjukkan bahwa pria yang mengaku sebagai Datuk tersebut diduga merupakan sosok yang sebelumnya juga disebut-sebut terlibat dalam insiden penghadangan wartawan pada awal Desember 2025.

Dari informasi narasumber, pria tersebut diduga berinisial Asep.
Kemunculan kembali nama yang sama dalam dua peristiwa berbeda semakin memperkuat dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang secara sistematis berupaya menghalangi kerja jurnalistik terkait aktivitas PETI di wilayah Desa Logas.

Peristiwa intimidasi terhadap wartawan di kawasan PETI Logas bukanlah kejadian pertama.

Sebelumnya, pada 1 Desember 2025, wartawan bernama Noi Hia juga mengalami dugaan penghadangan, intimidasi, penggeledahan paksa, perampasan telepon genggam, hingga penghapusan foto dan video liputan saat meliput aktivitas PETI di wilayah yang sama.

Kasus tersebut telah resmi dilaporkan ke Polres Kuantan Singingi dan bahkan telah diterbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

Namun hingga memasuki Juni 2026 atau sekitar tujuh bulan setelah laporan dibuat, belum terlihat perkembangan signifikan maupun kepastian hukum terhadap pihak-pihak yang dilaporkan.

Di sisi lain, aktivitas PETI yang menjadi pemicu utama terjadinya konflik dengan wartawan disebut-sebut masih terus berlangsung tanpa adanya tindakan penertiban yang nyata.

Kapolsek Singingi Sudah Diberi Rekaman Video
Atas kejadian terbaru tersebut, pihak redaksi mengaku telah menyampaikan laporan dan bukti rekaman video kepada Kapolsek Singingi, AKP Azhari, S.H.

Menurut redaksi, Kapolsek sempat menyampaikan akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Bahkan pada 4 Juni 2026, Kapolsek kembali menyatakan akan menyusun personel untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Namun hingga berita ini diterbitkan pada Sabtu (6/6/2026), belum terdapat tanggapan resmi maupun informasi mengenai langkah konkret yang telah dilakukan terkait dugaan aktivitas PETI maupun dugaan intimidasi terhadap Wartawan.

Menanggapi kejadian tersebut, Pimpinan Redaksi Mitramabesnews.id, Zainal Arifin Lase, C.BJ., C.EJ., bersama Pimpinan Media IntelijenJendral.com, Athia, menyatakan sikap tegas untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

Keduanya mengecam keras segala bentuk intimidasi, penghalangan tugas jurnalistik, maupun tindakan yang diduga dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas PETI.

"Kami tidak sedang mencari konflik dengan siapa pun. Namun kami juga tidak akan pernah mundur menghadapi intimidasi. Pers memiliki hak yang dijamin undang-undang dan tidak boleh ditekan oleh siapa pun. Tidak boleh ada oknum yang merasa lebih besar daripada hukum," tegas mereka.

Mereka juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum sehingga setiap dugaan tindak pidana, baik terkait aktivitas PETI maupun dugaan penghalangan kerja pers, harus diproses secara profesional tanpa intervensi dari pihak mana pun.

"Kami akan terus menyuarakan persoalan ini sampai tuntas. Marwah pers harus dijaga, keadilan harus ditegakkan, dan tidak boleh ada pihak yang merasa kebal hukum demi kepentingan tertentu," tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas PETI yang menjadi sorotan masyarakat dan pemicu berulangnya dugaan intimidasi terhadap wartawan di wilayah Desa Logas disebut masih terus berlangsung. Tim*




 
Berita Lainnya :
  • Polsek Dolok Masihul Tertibkan Peredaran Miras Ilegal, Empat Botol Disita dari Warung Tuak di Sergai
  • Luar biasa Bernama Kasno Alias Wak Mafia Pemilik Gudang BBM Ilegal Tak Tersentuh hukum di Wilkum Polres Pelalawan
  • JMSI Sergai–Tebing Tinggi Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dilantik, Ratusan Papan Bunga Hiasi Pantai Romantis
  • Diduga Ada Kejanggalan Waktu Cetak Tagihan di MP Club Pekanbaru, Manajemen Akui Sistem POS Bisa Dioperasikan Secara Manual
  • Jelang Rakerda JMSI Sumut 2026, Panitia Finalisasi Persiapan; Gubernur, Kapolda, Kajati hingga Bupati Dijadwalkan Hadir
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Polsek Dolok Masihul Tertibkan Peredaran Miras Ilegal, Empat Botol Disita dari Warung Tuak di Sergai
    02 Luar biasa Bernama Kasno Alias Wak Mafia Pemilik Gudang BBM Ilegal Tak Tersentuh hukum di Wilkum Polres Pelalawan
    03 JMSI Sergai–Tebing Tinggi Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dilantik, Ratusan Papan Bunga Hiasi Pantai Romantis
    04 Diduga Ada Kejanggalan Waktu Cetak Tagihan di MP Club Pekanbaru, Manajemen Akui Sistem POS Bisa Dioperasikan Secara Manual
    05 Jelang Rakerda JMSI Sumut 2026, Panitia Finalisasi Persiapan; Gubernur, Kapolda, Kajati hingga Bupati Dijadwalkan Hadir
    06 Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Sibatu-batu Tengkoh di Simalungun, Minta Pemkab Segera Lakukan Pengaspalan
    07 JMSI Sergai-Tebing Tinggi Siap Gelar Rakerda JMSI Sumut 2026, Seluruh Persiapan Rampung 100 Persen
    08 Antisipasi Dampak Antrean BBM, Polres Sergai Gelar Rakor Lintas Sektoral; Kapolres Minta SPBU Tertibkan Antrean dan Jaga Transparansi
    09 Polda Sumut Kerahkan Personel Terlatih Jadi Sopir Truk Tangki BBM, Pengacara Muda Alvin Apresiasi Langkah Percepat Distribusi
    10 Ketua JMSI Sumut Ajak Seluruh Pengurus Hadiri Rakerda 2026, Perkuat Soliditas dan Semangat Kebersamaan Organisasi
    11 Target Operasi Dibekuk, Satres Narkoba Polres Sergai Tangkap Diduga Pengedar Sabu di Perbaungan
    12 Polres Sergai Intensifkan Patroli KRYD dan Razia THM, Antisipasi Geng Motor hingga Peredaran Narkoba
    13 Diduga Pemodal Judi Gelper dan Casino, Akau Dilaporkan ke Polda Kepri dan Polres Barelang
    14 Antrean BBM di Sergai Belum Terurai, Pertalite Masih Sulit Didapat; Penjelasan Pertamina dan Gubernur Sumut Berbeda
    15 Kelangkaan Pertalite Kembali Dikeluhkan, Antrean Panjang Terjadi di SPBU Tebing Tinggi dan Sergai, Warga Berharap Pemerintah Segera Bertindak
    16 PT Kalbe Nutritionals Dukung Penuh Rakerda JMSI Sumut 2026, Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Souvenir untuk Peserta
    17 Lapor Presiden Prabowo Subianto! Warga Sergai Keluhkan Kelangkaan BBM, Antrean Mengular di SPBU Hampir Setiap Hari
    18 Kuasa Hukum Pelapor Desak Polres Sergai Ambil Langkah Tegas, Dua Terlapor Kasus Dugaan Penyebaran Video Asusila Dua Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik
    19 MUI Kecamatan Sipispis Resmi Dikukuhkan, Mukerda 2025–2030 Teguhkan Komitmen Melayani Umat dan Perkuat Ukhuwah Islamiyah
    20 Wali Kota Tebing Tinggi Tinjau Langsung Penyaluran Beras Premium untuk 10.000 KPM, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
    21 Polres Sergai Lepas Team GAMA Berlaga di Turnamen Esports Kapolri Cup Tingkat Polda Sumut, Targetkan Raih Prestasi Terbaik
    22 Pertamina dan APH Turun Tangan: Rekaman CCTV Diamankan, SPBU Milik Politisi PAN Diusut Terkait Aliran BBM Subsidi ke Mafia Kulim
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik