Terindikasi Penyalahgunaan Dana BOS di SMKN Perhentian Raja jadi lahan korupsi bagi Oknum para Mafia
Perhentian Raja, Kampar. OPSINEWS.COM-Dana Bos di SMK Negeri 1 Perhentian Raja terindikasi lahan basah bagi para mafia, Kadis Pendidikan Riau usai diwawancarai Awak Media Dugaan penyimpangan dana biaya Operasional Sekolah (BOS) di SMK Negeri 1 Perhentian Rja Kampar, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya menyampaikan kepada, Selasa (27/5) penyaluran dana BOS ditingkat SMA/SMK Sederajat di Provinsi Riau, dilaksanakan langsung oleh kementirian pendidikan Republik Indonesia, disampaikan kepada pihak sekolah demikian juga pelaksanaan diatur oleh sekolah masing-masing, kami (dinas pendidikan Riau-red) hanya mengawasi penggunaan anggaran.
Lebih lanjut Kadis pendidikan Riau menyampaikan, penggunaan dana BOS itu juga tidak boleh sembarangan sudah ada ketentuan karena itu anggaran Negara harus ada pertanggung jawaban, dan sudah ada pihak pejabat yang ditentukan oleh pemerintah, nanti kita menjadwalkan waktu yang tepat terkait dana BOS karna saya (kadis-red) ada rapat di kantor Gubernur, jelasnya.
Penyampaian Kadis pendidikan Riau, itu berawal dari adanya informasi dugaan penyimpangan dana BOS di SMK -1 Perhentian Raja.
Dalam pemberitaan sebelumnya berjudul, DANA BOS KABUR, Anggaran habis, miliaran rupiah dana operasional sekolahn (BOS) yang disalurkan pemerintahn disinyalir tidak tepat sasaran.
Ironisnya untuk melengkapi data, loporan fiktif pun dilakukan pihak sekolah sehingga menimbulkan Pertanyaan publik, dan terindikasi Dana Bos jadi lahan Korupsi bagi para Mafia,
Terungkapnya dugaan tidak tepat sararan dana BOS di SMA sederajat Kabupaten Kampar, berawal dari infestigasi wartawan dan bekerja sama dengan Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) TRINUSA di be berapa sekolah di Perhentian Raja, salah satunya di ke SMK -1 Perhentian Raja Kabupaten Kampar menyebutkan adanya kegiatan proyek yang menelan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara miliaran rupiah.
Berdasarkan hasil infestigasi tersebut, diduga kuat penggunaan anggaran tidak tepat sasaran, bahkan disinyalir direkayasa membuat laporan fiktif.
Seperti yang dijelaskan sumber di SMK -1 Perentian Raja, pada pengembangan perpustakaan, bukunya itu itu saja tidak ada perubahan, sementara dana BOS setahun tiga kali tapi buku tidak berganti dan hal serupa terjadi di kegiatan lainnya Kepala SMKN 1 Perhentian Raja
Mulusnya Praktek ini diduga terjadi akibat lemahnya pengawasan, terlebih komite Sekolah tidak dimaksimalkan fungsinya dipergunakan melengkapi tanda tangan laporan.
Sementara Kepala sekolah SMK -1 Perhentian Raja Masnur kepada media Rabu (29/4) lalu menyampaikan bahwa bOS sudah dilaksanakan dengan baik, namun ketika wartawan nmengajak kepala sekolah SMK 1 Perhentian Raja terkesan mengelak, dan kepala sekolah mengundang salah seorang guru untuk mengelak ajakan wartawan meninjau keberadaan Perpustakaan.
Merespon kejadian dugaan kaburnya dana BOS tersebut ketua LSM TRINUSA Riau, Firman, menyampaikan kekesalanya atas ketidak terlaksananya pengalokasian dan BOS oleh pihak SMK, pemerintah telah memaksimalkan upaya pengalokasian anggaran secara merata yang anggarannya dari rakyat akan tetapi pelaksanaanya tidak tepat sasaran, dananya tersimpan di kantong pengelola sekolah masing-masing.
Secepatnya pihak LSM berkordinasi dengan pihak berkompeten untuk mengajak turun bersama dilapangan mengungkap lebih lanjut. (Tim)
Komentar Anda :