Bapak dan Anak di duga Pelaku Pungli Pasar Panam Resahkan Pedagang, APPSI Siapkan Laporan ke Polsek Binawidya
Selasa, 24-02-2026 - 19:58:26 WIB
Pekanbaru - OPSINEWS.COM-Viral pungutan liar Rp 20-25 ribu per Lapak Pedagang Kaki Lima Pasar Baru Panam atau yang dikenal dengan Pasar Panam atau Pasar Selasa Panam menjadi perhatian publik dan Aparat.
Apalagi, Pelaku Pungli Bapak dan Ank Perempuan nya, yakni Jo Dar dan Anak perempuan nya bernama Eka.
Penegak Hukum.
Polsek Binawidya meminta masyarakat untuk segera melaporkan agar Pelaku Pungutan Liar ke Polsek Binawidya.
Al hasil Pengurus APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) Pasar Panam akan melaporkan Oknum-oknum Pelaku Pungki ke Polsek Binawidya.
Pasalnya, pungli di Pasar Panam masih merajalela. Kendati, UPTD Pasar Panam sudah melakukan himbauan agar Pedagang tidak memberikan Pungutan yang tidak resmi atau pungutan liar (pungli).
"Selasa lalu, Si Eka Anak Jo Dar masih mengutip (pungli, red). Padahal, UPTD Pasar Panam sudah memberikan himbauan agar tidak memberikan. Namun, si Eka tetap mengutip uang lapak Rp 20 ribu dan ada yang dikutip Rp25 ribu per lapak kaki lima, " terang Pedagang Kaki Lima Pasar Panam kepada Wartawan, Selasa (24/2/2026).
"Adapun ciri-ciri si Eka Perempuan yang memakai rompi berwarna biru dongker ketika melakukan pengusiran dan kadang yang ngutip bapaknya Jo Da yg bisa menampilkan gambar
Mendengar keluhan Pedagang Kaki Lima Pasar Baru Panam yang masih dipungli oleh Oknum tak bertanggung jawab yang disebut dengan panggilan akrab Eka dan Bapaknya Jo Dar, Pengurus APPSI Pasar Panam akan melaporkan Pelaku Pungli ke Polsek Binawidya.
"Kita akan laporkan Pelaku Pungli Pasar Panam ini ke Polsek Binawidya sesuai dengan arahan Kapolsek Binawidya Kompol Nusirwan, SH. Karena, Para Pedagang Kaki Lima Pasar Panam sudah banyak melapor kepada kami, " tegas Masrul Sikumbang Humas APPSI Pasar Panam.
"Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia. Organisasi ini didirikan pada bulan April 2004 sebagai wadah untuk menyatukan, mengadvokasi, dan membela kepentingan pedagang pasar tradisional di seluruh Indonesia," tegas Masrul.***(Tim).
Komentar Anda :