Diduga Kepsek SMAN 2 Kampar Hambat Pembangunan Koperasi Merah Putih, Warga Angkat Bicara Ada dengan Kepsek Ini
Kampar —OPSINEWS.COM- Program strategis nasional Pembangunan Koperasi Merah Putih, yang merupakan bagian dari agenda Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, di Kabupaten Kampar menuai sorotan.
Pasalnya, pembangunan gedung koperasi yang berlokasi di Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar, diduga mendapat hambatan dari oknum internal sekolah, termasuk Kepala SMAN 2 Kampar.
Syaiful Afrizon, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMAN 2 Kampar, disebut oleh sejumlah warga setempat sebagai pihak yang diduga menghalang-halangi pembangunan Koperasi Merah Putih. Padahal, lahan yang digunakan disebut-sebut merupakan aset milik Pemerintah Daerah.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa penolakan tersebut diduga disertai dengan penggiringan opini kepada siswa, yang kemudian berujung pada aksi demonstrasi di lokasi pembangunan.
“Dua hari lalu terjadi aksi di lokasi pembangunan gedung Koperasi Merah Putih. Kami menduga ada oknum guru yang mengarahkan Ketua OSIS untuk menolak proyek strategis ini,” ujar sumber warga, Rabu (7/1/2026).
Warga menilai alasan penolakan tersebut tidak rasional. Lokasi pembangunan berada di area lapangan bola yang cukup luas dan dinilai tidak mengganggu aktivitas belajar-mengajar maupun fasilitas sekolah.
“Lapangannya luas, tidak menyentuh pagar atau bangunan sekolah. Ini program negara, bukan kepentingan pribadi,” tegas warga lainnya.
Dugaan Pengelolaan Lahan Pemerintah
Selain penolakan pembangunan, warga juga menyoroti dugaan penyalahgunaan lahan pemerintah yang berada di belakang lingkungan sekolah. Lahan tersebut disebut telah lama ditanami sawit, dan hasilnya diduga dikontrakkan kepada pihak tertentu di lingkungan sekolah.
“Itu lahan pemerintah, tapi ditanami sawit. Buahnya dikontrakkan, hasilnya dinikmati oknum tertentu. Ini yang membuat warga semakin geram,” ungkap sumber.
Warga juga menyinggung adanya surat pernyataan dari pihak pendiri sekolah yang belakangan beredar dan dinilai berpotensi memperkeruh situasi serta menekan kelanjutan proyek Koperasi Merah Putih.
Dalam aksi demonstrasi yang terjadi sebelumnya, warga juga menyebut nama Sofiar sebagai pihak yang diduga berperan dalam memprovokasi aksi dengan melibatkan siswa sekolah.
Desakan Warga
Atas persoalan tersebut, warga mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, Dinas Pendidikan, Inspektorat, serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan klarifikasi dan audit menyeluruh.
“Jika dugaan ini benar, maka persoalannya bukan lagi soal sekolah, tetapi sudah menghambat program strategis nasional Presiden. Aparat harus bertindak tegas,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMAN 2 Kampar maupun Kepala Sekolah belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memenuhi prinsip keberimbangan berita, namun yang bersangkutan belum dapat dihubungi.
Tim*
Komentar Anda :