Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Korban Penganiayaan Preman Jadi Tersangka, LG : Harus Ada Keadilan!
Selasa, 12-10-2021 - 10:56:30 WIB
Litiwari Iman Gea saat dianiaya oleh preman pasar
TERKAIT:
   
 

DELI SERADANG, OPSINEWS.COM - Pedagang perempuan bernama Litiwari Iman Gea yang dianiaya preman di Pasar Gambir Tembung, Deli Serdang, Sumatera Utara, justru ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Sebelum dinyatakan sebagai tersangka, Gea mengaku sempat didatangi oleh seorang anggota TNI/Polri yang mengaku sebagai kerabat pelaku penganiayaan.

Aparat itu, kata dia, memintanya untuk membatalkan laporan penganiayaan ke Polsek Percut Sei Tuan dan meminta diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun, Gea menolak lantaran masih merasa trauma atas perlakuan preman tersebut dan ingin mendapatkan keadilan.

"Aku gak mau (damai). Waktu aku dipijak-pijak, ditendang, diludahi, seperti binatang. Aku gak terima. Makanya aku, gak menerima orang itu mau damai, harus ada keadilan," kata Gea kepada KOMPAS TV dalam program "Kompas Petang" dikutip Senin (11/10/2021).

Kejadian penganiayaan itu terjadi pada Minggu, 5 September 2021, saat Gea hendak bersiap berjualan di pasar.

Gea mengatakan pada pukul 07.00, seseorang datang menagih uang lapak sebesar Rp500 ribu. Ia tidak menghiraukannya dan kembali berbelanja dengan suaminya.

Nahas, saat kembalinya dari berbelanja, Gea yang tetap menolak membayar pungutan liar justru dianiaya oleh si preman.

Ia mengaku heran lantaran sosok yang datang tidak dikenal dan mengaku dari forum.

Padahal, menurut pengakuan Gea, dia telah membayar uang sewa kepada pemuda setempat.

Gea bercerita, orang itu menendang perutnya dua kali. Padahal dia sudah menjelaskan bahwa ada bekas operasi sesar di perutnya.

Tidak hanya ditendang, Gea juga mengaku sempat dipukul. Bahkan anaknya yang berusia 13 tahun tidak luput dari amukan preman itu.

Gea tidak kuasa membayangkan apabila teringat kejadian saat kepalanya dan kepala anaknya yang berusia 13 tahun, dibenturkan.

"Diambil kepalaku dan anakku lalu diadukan. Di situ ngeri kali kalau kuingat itu. Gak sanggup di diri kami," tutur Gea dengan terisak.

Akibat kejadian itu, Gea mengaku sempat diopname satu hari dan satu malam di rumah sakit lantaran didiagnosis mengalami luka dalam karena tendangan pada perut bekas operasi sesarnya.

Ironisnya, dari kejadian tersebut ia justru ditetapkan sebagai tersangka pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Menurut penuturan Gea, tekanan yang didapatkannya tidak hanya berhenti saat diajak damai di rumah pribadinya. Namun juga, sewaktu ia melaporkan kejadian yang menimpanya kepada Polsek Percut Sei Tuan.

Gea melihat banyak kejanggalan, mulai dari suami beserta keluarga laki-lakinya yang tidak diperbolehkan masuk ke kantor polisi dengan dalih Covid-19.

Hingga desakan pihak kepolisian untuk membatalkan laporan karena pihak pelaku juga sudah melapor.

Menurut pengakuan Gea, dirinya didesak polisi dengan ancaman akan ditangkap seperti pelaku penganiayaan.

"Waktu kami melapor ke polisi, kami dibilangi jangan teruskan laporan ini. Nanti sama-sama kalian ditangkap. Karena pelakunya sudah melapor juga. Kau nanti ditangkap juga. Siapa nanti yang akan mencari makanan untuk anak anakmu," terang Gea sembari terisak.

Karena desakan itu, Gea sempat hendak mundur. Tetapi, katanya, ada seorang bapak dan ibu yang melarangnya.

"Nanti, seenak orang itu meminta-minta di tempat itu," kata Gea.

Gea teringat perjuangannya yang harus rela bangun tiap pukul 2 pagi hanya untuk berjualan. Ia percaya dengan tidak mencabut laporannya, ia akan mendapat keadilan atas penganiayaan yang menimpa dirinya serta anaknya.

"Tapi untuk apa aku bangun jam 2 belanja sayur untuk dijual. Makanya aku tetap melapor terus," tegasnya.

sumber:kompas tv




 
Berita Lainnya :
  • Alat Berat Proyek Bangunan Kantor Satpol Sergai Diduga Gunakan BBM Subsidi
  • Polsek Tampan Buru Pelaku Penelantaran Kucing Hingga Mati Membusuk
  • AKBP Dr Ali Machfud Serahkan Medali dan Dana Pembinaan Bagi Para Juara Kapolres Cup
  • Ada Apa Warung Remang-Remang di Siak Hulu Semakin Bertambah Yang Beroperasi
  • Pj Bupati Kampar Samakan Visi dan Semangat Dalam Membangun Kampar.
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Alat Berat Proyek Bangunan Kantor Satpol Sergai Diduga Gunakan BBM Subsidi
    02 Polsek Tampan Buru Pelaku Penelantaran Kucing Hingga Mati Membusuk
    03 AKBP Dr Ali Machfud Serahkan Medali dan Dana Pembinaan Bagi Para Juara Kapolres Cup
    04 Ada Apa Warung Remang-Remang di Siak Hulu Semakin Bertambah Yang Beroperasi
    05 Pj Bupati Kampar Samakan Visi dan Semangat Dalam Membangun Kampar.
    06 LAPORAN NOPRIANTO DUHA MASIH BERLANJUT PROSES SECARA HUKUM
    07 Wahyu Sekdis PUPR Sergai "Plinplan"
    08 Kades Malasori Sergai Ungkapkan DD 2022 Setor 100 Juta Kepada Camat Dolok Masihul
    09 Resnarkoba Polres Kampar Musnahkan Barang Bukti Sabu Seberat 1.245,27 Gram
    10 Polda Riau Musnahkan 243 Kg Sabu dan 405.527 Butir Ekstasi dari Jaringan Narkoba Internasional
    11 Resnarkoba Polres Kampar Musnahkan Barang Bukti Sabu Seberat 1.245,27 Gram
    12 Fraksi-Fraksi Sampaikan Pandangan, Pemda Kampar Langsung Berikan Jawaban.
    13 Polres Sergai Ajak Siswa Siswi Pahami Tata Tertib Lalu Lintas
    14 Polri : Bukti Komitmen Usut Tuntas Kasus Duren Tiga
    15 Kapolres Kampar Lakukan Pemeriksaan dan Pengecekan Ranmor R2 R4 dan R6 Dinas Polri
    16 Polsek Tambang Berhasil Meringkus Dua Orang Pelaku Narkoba
    17 Sekolah Dasar Swasta 026 Nurmadani di Lalap si jago Merah
    18 DI duga Camat Gunungsitoli Menghindar Saat Konfirmasi Di Kantornya
    19 Jokowi: Dunia Gelap 2023 Itu Nyata!
    20 Sri Mulyani Pakai 'Jarvis' Bak Iron Man, PNS Bakal Hilang?
    21 Rusia Ancam Nekat Pakai Nuklir, AS Merespon Dengan Tegas!
    22 SPBU No.14 284 606 Lubuk Sakat, Isi BBM Subsidi Ke mobil Truk Angkut Batu Bara
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik