Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Konspirasi Tambang Ilegal dari Oknum-Oknum Aparat Polres Keerom Dan Tipidter Polda Papua
Senin, 10-11-2025 - 17:51:11 WIB
TERKAIT:
   
 

Keerom , Papua - OPSINEWS.COM-Dugaan keterlibatan beberapa Oknum Aparat yang telah mengintimidasi Masyarakat Adat Keerom bentuk kepanikan oknum-oknum dalam menangani kasus PT. Sawerigading Internasional Group di Subdit Tipidter Polda Papua, secara frontal oknum mendatangi Absalom dan juga Ketua Dewan Adat Keerom seakan memaksakan kehendak.

Menurut masyarakat Adat, AKP Katman Oknum anggota dari Polres Keerom ini seolah-olah mendapat perintah dari oknum penyidik Tipidter Polda Papua terkait kasus dugaan Tambang Ilegal yang di lakukan oleh PT. Sawerigading Internasional Group, yang sebenarnya telah memiliki surat rekomendasi dari Provinsi Papua, memiliki surat dukungan dan persetujuan dari Masyarakat Adat Keerom melalui Ketua Dewan Adat Jack Mekawa dan atas pengetahuan Pemda Kabupaten Keerom, yang sekarang kami sudah laporkan di Propam Mabes Polri, sebegai bukti kekecewaan kami terhadap penanganan kasus dugaan tambang ilegal yang di tuduhkan pada kami.

" Pemerintah dan aparat untuk mencari tau kronologi kasus ini silakan saja. karena Polres Keerom adalah bawahannya Polda Papua tetapi Katman bukan penyidik Polda Papua yang punya kewenangan langsung  dalam penyitaan barang bukti kasus ini, bahkan perlu banyak pertimbangan dan koordinasi dengan pemerintah juga unsur terkait sebab alat mesin kerja asal china, dan investor termasuk PT. Sawerigading Internasional Group ini berada di Keerom atas keinginan, persetujuan dan harapan Masyarakat Adat Keerom dengan nama proyek Cendrawasih Gold Mining sesuai MOU dan surat dukungan dari Masyarakat Adat Keerom, " ujar salah satu perwakilan masyarakat adat Keerom, Minggu (9/11/2025) Keerom Papua 

Ia menambahkan, " Namun Oknum bernama Katman yang sedang menjabat Kastil Reskrim Polres Keerom dan beberapa Oknum Aparat dari Tipidter seakan-akan mengintimidasi atau berkehendak memaksa, membujuk akan mengambil paksa mesin dan excavator rusak di lokasi dengan cara mengiming-imingi pembayaran kepada Ketua Dewan Adat dan Absalom, bahkan mengancam bisa saja menggunakan kekuatan senjata seperti dalam rekaman Kasubdit Tipidter Kompol Agus F Pombos dalam percakapan telpon dengan Absalom, dan Thomas anggota Tipidter Polda Papua, jika ini di lakukan Paksa dapat memicu konflik di tengah Masyarakat Keerom,"  jelasnya 

Ironisnya, " Oknum aparat menyoroti kegiatan tambang yang dalam proses legalitas bahkan sudah ada legalitas dari Provinsi Papua dan MOU dengan Masyarakat Adat Keerom, padahal didepan matanya dan atau/ tetangga nya Bustomi pendulang/penambang Ilegal, rekanan pedulang Haji Tahir, Haji Thamrin dan Juga PT Iriana Mutiara Idenburg yang juga belum mengantongi Izin Usaha Pertambangan di lokasi yang sama di Senggi tapi tidak di usik, malah di biarkan beroperasi asal membayar biaya koordinasi bulanan dan iuran permisi ke Oknum-oknum aparat walaupun merugikan Masyarakat Keerom, tidak mungkin Katman seorang intelijen dari Polres Keerom dan Pihak Oknum Tipidter Polda Papua tidak tau sama sekali tentang pelaku-pelaku tambang emas ilegal di Keerom.
Apakah ada konspirasi ," ungkapnya lagi 

" Dari semua pelaku tambang ilegal dengan oknum-oknum tertentu ini di Wilayah Keerom harusnya di tertibkan oleh dinas Pertambangan Provinsi Papua di dampingi oleh aparat terkait sehingga betul-betul pertambangan ilegal di Keerom dan di Papua dapat di bersihkan secara tuntas jangan tebang pilih apalagi rekayasa kasus demi kepentingan ekonomi, tegasnya 

Pihak masyarakat adat juga menyampaikan himbauan, "Hal ini juga perlu di ketahui oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kebupaten Keerom, bahwa Kami menghimbau kepada presiden RI, Bapak Kapolri, Kadiv Propam Mabes Polri, Bapak Kapolda Papua, Bapak Kabid Propam Polda Papua dan Bapak Kapolres Keerom kami harapkan untuk menindak oknum-oknum yang masih bermain koordinasi iuran bulanan dengan pelaku tambang ilegal di Keerom umumnya di Provinsi Papua, Hentikan Konspirasi Oknum Nakal di Papua demi mewujudkan Papua Damai dan Sejahtera." pungkas mereka.

 




 
Berita Lainnya :
  • Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Makin Terang: Camat Klaim Sudah Laporkan ke DLH, Kabid Perkim-LH Sergai Tegaskan “Sampai Semalam Gak Ada Surat Terkait TSP”
  • Dibangun Tahun 2025, Puskesmas Pembantu Pkl.Kerinci Timur Sudah Rusak, Siapa yang Bertanggung jawab
  • Kantor Disdik Pelalawan Terlihat Seperti Tak Terurus Bahkan Kondisi Bangunan Memprihatinkan
  • Humas PKS PT TSP Disorot Tajam, Respons Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Minim; Rangkap Peran Kades Jadi Perhatian Publik, Kadis PMD: Belum Ada Larangan Khusus
  • Gerebek Sarang Narkoba di Pulau Tagor, Polisi Temukan Bong dan Peralatan Diduga Bekas Pakai Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Makin Terang: Camat Klaim Sudah Laporkan ke DLH, Kabid Perkim-LH Sergai Tegaskan “Sampai Semalam Gak Ada Surat Terkait TSP”
    02 Dibangun Tahun 2025, Puskesmas Pembantu Pkl.Kerinci Timur Sudah Rusak, Siapa yang Bertanggung jawab
    03 Kantor Disdik Pelalawan Terlihat Seperti Tak Terurus Bahkan Kondisi Bangunan Memprihatinkan
    04 Humas PKS PT TSP Disorot Tajam, Respons Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Minim; Rangkap Peran Kades Jadi Perhatian Publik, Kadis PMD: Belum Ada Larangan Khusus
    05 Gerebek Sarang Narkoba di Pulau Tagor, Polisi Temukan Bong dan Peralatan Diduga Bekas Pakai Sabu
    06 Wartawan Opsinews.com Diteror Pesan dan Audio dari Nomor Tak Dikenal Usai Soroti Dugaan Galian C Kuta Baru
    07 Warganet Tantang Camat Sipispis dan Kades Silau Padang Mandi di Sungai Bah Sombu Saat Diduga Ada Aliran Limbah PKS
    08 Kades Kuta Baru Tegaskan Pemdes Tak Pernah Terbitkan Rekomendasi Galian C, Camat dan Polres Tebing Tinggi Belum Beri Jawaban Lanjutan
    09 Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Kuta Baru Sergai Bebas Beroperasi
    10 Viral Dugaan Aliran Cairan ke Sungai Bah Sombu, Camat Sipispis Klaim Sudah Laporkan ke DLH Sergai, Kini Menunggu Kroscek Lapangan
    11 Empat Bulan Buron, Terduga Pelaku Pencurian Microbus Senilai Rp110 Juta Ditangkap Tim URC Polres Sergai
    12 Dugaan Aliran Cairan ke Sungai Bah Sombu Disorot, Respons Kabid Perkim-LH Sergai Dipertanyakan
    13 Wali Kota Tebing Tinggi Hadiri Rakor Regional Sumatera, Perkuat Sinergi Lintas Sektor Kejar Target Zero Stunting
    14 Warga Minta Bupati Sergai Evaluasi Camat Sipispis, Soroti Respons Dugaan Limbah ke Sungai Bah Sombu
    15 Dinas Perkim-LH Sergai Tegaskan Pengawasan Tetap Berjalan, Warga Soroti Respons Camat Sipispis dan Kepala Desa Silau Padang
    16 Sempat Buang Barang Bukti Saat Dikejar Polisi, Residivis Narkoba di Pantai Cermin Kembali Diringkus
    17 Dugaan Aliran Limbah ke Sungai Bah Sombu Disorot, Camat Sipispis dan Kades Silau Padang Belum Beri Tanggapan
    18 Dump Truk Bawa Solar Ditetapkan Jadi Barang Temuan Oleh Polres Pelalawan
    19 Camat Sipispis Sebut Belum Ada Laporan Tertulis Warga soal Dugaan Limbah ke Sungai Bah Sombu
    20 Warga Kembali Resah, Dugaan Aliran Limbah ke Sungai Bah Sombu Sipispis Kembali Disorot
    21 Sona Halawa Klarifikasi Berita Yang Terkesan Lindungi Mafia BBM Subsidi Dan Menyudutkannya.
    22 Cabdis Pendidikan Wilayah III Sumut Dalami Foto Pribadi yang Dikaitkan dengan Guru PNS SMA Negeri 1 Tebingtinggi: “Sedang Kita Proses”
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik