Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Bertemu Ketua DPR AS di Roma, Puan Maharani Undang Langsung Hadiri P20 di RI Tahun Depan
Jumat, 08-10-2021 - 15:03:05 WIB
Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani foto bersama pimpinan DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi pada Seventh Group of 20 (G20) Parliamentary Speakers’ Summit (P20) di Italia. @dpr ri
TERKAIT:
 
  • Bertemu Ketua DPR AS di Roma, Puan Maharani Undang Langsung Hadiri P20 di RI Tahun Depan
  •  

    ROMA, OPSINEWS.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani bertemu dengan pimpinan DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi pada Seventh Group of 20 (G20) Parliamentary Speakers’ Summit (P20) di Italia. Puan pun mengundang langsung Pelosi untuk datang ke Indonesia yang akan menjadi tuan rumah P20 tahun depan.


    Forum P20 dibuka pada Kamis (7/10/2021) oleh Perdana Menteri Italia di Palazzo Madama, Gedung Senat Italia di Roma. Puan bersama Pelosi sempat berbincang sebelum gelaran P20 dimulai. Puan mengungkapkan harapannya agar Pelosi menghadiri P20 di Indonesia pada September 2022.

    Gelaran P20 diselenggarakan bersamaan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di mana Indonesia menjadi tuan rumah. Puan dan Pelosi juga berbincang mengenai pandemi Covid-19. Dua pimpinan parlemen perempuan tersebut juga menjelaskan situasi pandemi di negaranya masing-masing.

    Selain Pelosi, Puan juga menemui para pemimpin parlemen negara-negara G20 lainnya untuk secara khusus mengundang mereka datang ke Indonesia tahun depan. Beberapa yang diundang langsung Puan untuk menghadiri P20 di Indonesia seperti Ketua Dewan Nasional Republic of Korea Park Byeong-Seug, Ketua Parlemen Singapura Tan Chuan Jin, Speaker of the Senate Belanda Jan Anthonie Bruinj dan Speaker of the Grand National Assembly Turki Mustafa Sentop.

    Puan sendiri sudah berbicara pada 2 sesi di hari pertama gelaran P20 di Italia. Di sesi I, Puan menyinggung soal solidaritas global hingga keadilan vaksin dalam mengatasi pandemi Covid-19. Di sesi II, Puan berbicara soal menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi dalam keberlanjutan sosial dan lingkungan. Ia menekankan pentingnya dunia menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan masa depan yang lebih inklusif.

    “Pandemi Covid-19 adalah tantangan global terbesar saat ini yang mengakibatkan krisis multidimensi. Namun krisis juga melahirkan kesempatan untuk membangun dunia yang lebih baik paska pandemi,” kata Puan yang berbicara dengan Bahasa Inggris di forum P20.


    Krisis disebut telah menunjukkan saling ketergantungan antara people, prosperity, and planet. Puan juga menyinggung mengenai tipping point krisis perubahan iklim yang dihadapi dunia meningat kurangnya komitmen berbagai negara untuk mengurangi emisi.

    “Maka G20 harus lead by example dalam upaya pembangunan hijau, energi baru terbarukan, dan aksi perubahan iklim. G20 yang merupakan 85 persen dari ekonomi dunia tentu akan sangat berpengaruh jika melakukan transformasi ekonomi hijau secara bersama-sama,” paparnya.

    Puan menilai perlu ada kemitraan global untuk mendorong ekonomi hijau secara global, termasuk dalam membantu negara berkembang mengimplementasi ekonomi hijau tersebut. Dalam forum tersebut, Puan juga mengungkapkan Indonesia yang terus berkomitmen menurunkan emisi. “Bagi Indonesia, kami on track menurunkan emisi sesuai target NDC Paris Agreement sebesar 29 persen dengan upaya mandiri dan siap mencapai hingga 41 persen dengan dukungan internasional,” terangnya.

    Puan juga menyampaikan Indonesia memiliki target Net Zero Emission tahun 2060 serta Net Sink tahun 2030 untuk sektor hutan dan tata guna lahan serta menargetkan 23 persen renewable energy di tahun 2025. Puan lalu menggarisbawahi pentingnya kerja sama internasional guna mendukung negara berkembang.

    “Pembiayaan, dukungan teknis, riset bersama dan transfer teknologi dibutuhkan negara berkembang untuk mengalihkan ekonomi ke pembangunan rendah karbon. Kita memerlukan political will dan kepemimpinan dari semua negara termasuk dari Parlemen untuk meningkatkan ambisi menurunkan emisi, aksi adaptasi dan transisi energi.Namun perlu diingat, tidak ada one size fits all policy transisi energi perlu dilakukan secara gradual,” sambung politisi PDI-Perjuangan tersebut.

    Di sisi lain, aspek sosial dinilai harus dimajukan sejalan dengan dimensi ekonomi dan lingkungan. Puan mengatakan, ekonomi hijau harus bersifat inklusif yang menekankan pada pemerataan, memperkecil ketimpangan di masyarakat, dan melibatkan semua pemangku kepentingan. “Pembangunan industri hijau dan energi terbarukan  akan membuka lapangan kerja baru. Peningkatan kesadaran masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan perlu ditingkatkan,” sebutnya.

    Puan lantas menyoroti kurangnya komitmen dan kepercayaan antar-negara untuk saling membantu dalam hal transformasi ekonomi hijau. Untuk itu ia mendorong P20 agar membantu menyatukan potensi berbagai negara untuk menghadapi tantangan-tantangam global dan menciptakan masa depan bersama.

    “Karenanya P20 dapat berperan untuk mendorong pemerintah G20 meningkatkan kemitraan global dan mendorong dukungan pendanaan dan teknik untuk transformasi ekonomi hijau yang inklusif. Saya yakin melalui kerja sama dalam P20 kita dapat membantu mewujudkan pemulihan ekonomi global yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tutup perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut. (dpr.go.id)




     
    Berita Lainnya :
  • AKBP Rido purba Sik. MH Diduga Lecehkan Wartawan Saat Meliput
  • Pimpinan Organisasi Pers, DPP Serikat Pers Reformasi Indonesia (SPRI) Angkat Bicara.
  • Wow! Cincin Pernikahan Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag Dilengkapi 19 Butir Berlian
  • DPR Apresiasi Pengembangan Teknologi dan Industri Pertahanan PT LEN
  • Presiden Tekankan Pentingnya Hilirisasi dan Industrialisasi Kelapa Sawit
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 AKBP Rido purba Sik. MH Diduga Lecehkan Wartawan Saat Meliput
    02 Pimpinan Organisasi Pers, DPP Serikat Pers Reformasi Indonesia (SPRI) Angkat Bicara.
    03 Wow! Cincin Pernikahan Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag Dilengkapi 19 Butir Berlian
    04 DPR Apresiasi Pengembangan Teknologi dan Industri Pertahanan PT LEN
    05 Presiden Tekankan Pentingnya Hilirisasi dan Industrialisasi Kelapa Sawit
    06 Dana Publiksi Media Pemprov Riau Rawan Fiktif, KPK Harus Cegah Potensi Korupsi
    07 Karyawan BHL Datangi Kantor PT. Torganda Tuntut Hak-haknya
    08 Polsek Siak Hulu Ungkap Ciri-ciri Mayat Yang Ditemukan di Dusun I Pandau Makmur Desa Pandau Jaya
    09 Warga Pandau jaya dihebohkan dengan penemuan mayat.
    10 ICMI Muda Kota Pekanbaru Bersama HIPMI Diskusikan Potensi Madu Riau
    11 STIFAR RIAU YUDISIUM 30 APOTEKER
    12 Pembagian Nomor Urut para Cakades telah terlaksana
    13 Penganiayaan Anak dibawah Umur ngandap di Polres Bitung.
    14 Kapolri: Jangan Ragu Pecat dan Pidanakan Anggota Yang Melanggar!
    15 Ketua Umum IKNR Angkat bicara Terkait Video Milik Kodrat Sinaga.
    16 Curi sepeda motor di Kampar ditangkap dikota pekan baru
    17 Menkumham – BEBAF Diskusikan Kebijakan Bisnis dan Investasi
    18 Mimpi Menstruasi Pun Punya Arti, Salah Satunya Terkait Suasana Hati
    19 Holding Perkebunan Perkuat Green Energy Dukung Dekarbonisasi
    20 Gubri Serahkan Bahan Bangunan dan Jadup Warga Komunitas Adat Terpencil
    21 Puan Maharani Dukung Polri Tindak Tegas Pinjol Ilegal
    22 DPD/DPC LSM-NAWACITA Lakukan kegiatan Sosial Pembagian Masker Untuk Pencegahan Covid-19
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik