Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Terkait Vidio Viral di TikTok, Salah Seorang Oknum Wartawan yang Terlibat Ungkap Kronologi Sebenarnya
Minggu, 26-01-2025 - 21:40:29 WIB
Foto Mobil yang di Curigai Bawa BBM Subsidi
TERKAIT:
   
 

PELALAWAN. OPSINEWS.COM-Terkait viralnya video yang melibatkan sejumlah oknum wartawan dan LSM dengan pengendara mobil Pick Up berwarna hitam dengan tenda warna-warni, salah seorang oknum wartawan berinisial SN mewakili rekan-rekannya, ungkap kronologi yang sebenarnya, .... (../../....).

Kejadian bermula saat SN beserta 5 orang rekannya sedang berkendara menuju arah Sorek dengan 2 mobil secara beriringan, yaitu mobil Avanza di depan berisi SN (supir), AB dan TM serta mobil Kijang berisi JP (supir), JZ dan OF, dari Pangkalan Kerinci di belakang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Senin (20/1/2025). Setibanya lewat jembatan Pangkalan Kerinci, sekitar Kilometer (KM) 83 Desa Kemang, ada 1 unit mobil pick-up yang melintas.

SN menjelaskan bahwa mobil pick-up tersebut melaju didepan kendaraan kami dan tidak memberikan jalan saat mencoba mendahuluinya setelah sampai melewati simpang tiga Desa Kemang. Meskipun sudah diberi kode berupa klakson dan lampu, pengemudi pick-up tetap tidak memberikan ruang, bahkan terus menutup jalan dengan melaju kencang.

"Saya mencoba memberi kode untuk mendahului, tapi mobil itu terus menghalangi jalan. Spontan saya dan teman-teman curiga dengan muatan Pick Up tersebut. Dugaan kami, siapa tau mobil itu membawa sesuatu barang Ilegal, contohnya saja minyak bersubsidi. Karena itu juga, kami berinisiatif untuk ingin menanyakan kepada pengemudi Pick Up terkait muatan yang dia bawa, dan kenapa tidak memberi jalan," ungkapnya menjelaskan kronologi sebelum sampai di SPBU Palas.

Ia (SN) menyampaikan, ketika hampir tiba di SPBU Palas, saya berhasil masuk ke samping mereka sehingga mobil kami sempat sejajar.

"Dalam waktu singkat saat mobil sejajar itu, teman saya AB (inisial) sempat membuka kaca mobil dan bertanya, bawa apa? Kenapa nutup jalan? Berhenti sebentar! Saat itu juga supirnya terdengar menyebutkan SPBU sambil menunjuk kearah depan, lalu kami ikut dia ke SPBU," ucap SN.

Lanjutnya menjelaskan, setibanya di SPBU Palas pengemudi Pick Up turun dari mobil dan langsung merekam sambil bertanya, "Kami diberhentikan secara paksa maksudnya apa ini?, katanya tanpa mengakui bahwa sebelumnya dia yang tidak memberikan jalan," kata SN lagi sambil menirukan ucapan supir mobil Pick Up tersebut di SPBU Palas.

Ia juga menuturkan bahwa ketika itu temennya JP (dari LSM) langsung bertanya kepada supir yang tengah merekam, siapa yang memperhatikannya.

"Pak JP langsung bertanya siapa (memperhatikan) dan dimana? Tapi sang supir berkata, itu kan di berhentikan tadi kan? Di situ, kami dikejar diberhentikan paksa. Kemudian pak JP berkata, nggak, ditanya tadi apa? Namun sang supir malah seolah mengalihkan pembicaraan dengan berkata, nggak, ini abang ini kami diberhentikan paksa. Selanjutnya ya seperti dalam vidio yang viral itu," ujar SN menjelaskan.

Sempat terjadi adu argumen di lokasi kejadian antara  beberapa wartawan dan supir PickUp. Walaupun SN sudah memperkenalkan diri bahwa dari media sambil menunjukan KTA (Kartu Tanda Anggota) wartawan, tetapi sang supir terus merekam, tanpa memberikan waktu bagi para wartawan untuk menjelaskan dengan baik.

"Dia (supir Pick Up) tidak memberi waktu untuk bicara baik-baik. Dia terus bicara dan sempat berkata, kan udah ku bilang ini paket SiCepat, kalau indak paket si cepat ini kalian bawa ini ke Polsek. Harusnya kan dia bicara baik-baik di awal, dan nggak perlu nutup jalan kami," sebut SN lagi.

Sebelumnya salah seorang wartawan, TM, sempat mencoba bicara baik-baik sambil mempertanyakan muatan yang dia bawa, namun karena sang supir terus bicara sambil merekam video, TM sempat reflek dan tidak sengaja menepis hp supir karena ingin bicara baik-baik secara langsung.

Ditambahkan SN lagi, sempat juga teman kami JZ menepisnya karena supir merekam vidio dengan lampu flas tepat di depan wajah JZ, hingga terjadi mis komunikasi, dan sang supir langsung berkata, "Kenapa, ini tempat umum, kenapa kami diberhentikan secara paksa," kata SN bercerita.

Selain itu, bahkan TM sempat juga memperkenalkan diri dan nama medianya sambil menjelaskan kepada supir bahwa mereka curiga siapa tau mobil Pick Up itu bermuatan minyak ilegal. Namun sang supir memberi respon yang cukup mengejutkan dan seolah menantang sambil berkata, "Kalau ini bukan minyak, kalian siap dituntut? Kalian seperti preman, menakut-nakuti, ini paket Sicepat," kata SN menirukan ucapan supir Pick Up seperti dalam vidio yang beredar.

Hingga di akhir kejadian di lokasi, supir mengancam akan viralkan kejadian tersebut dengan video yang telah ia rekam, dan SN menanggapinya dengan santai sambil berkata, "ya nggak apa-apa, viralkan, nggak masalah. Kita nggak merampok biar tau, kita nggak pungli, kan kita hanya menanyakan".

Supir bahkan menyebutkan, "Kayak preman", SN pun menjawab, "Kami hanya bertanya. Kalau bukan minyak ya udah gak apa-apa. Mengerti gak bahasa preman itu. Kami bukan preman, kami tidak minta-minta duit, kami tidak merampok, kami tidak pungli, kanapa takut sama kami, kita kan nanya," ucapnya kepada supir ketika itu.

Kepada awak media, SN mengungkapkan bahwa mereka bertindak tenang selama viralnya vidio tersebut karena mereka tidak melakukan hal yang dituduhkan seperti caption atau judul vidio yang pertama viral. Ditambah lagi karena mereka sama sekali tidak memiliki niat buruk kepada pengemudi Pick Up ataupun muatannya.

"Kami kan tidak ada melakukan pungli atau pun kekerasan yang misalnya menimbulkan luka atau kerugian lainnya kepada sang supir dan temannya maupun muatan yang mereka bawa," pungkas SN diakhir penyampaiannya.

Kejadian di SPBU Palas itu hanya karena sempat terjadi selisih paham dijalan, oleh karenanya mereka berniat untuk bertanya kepada supir. Sejalan dengan itu mereka juga berinisiatif untuk mempertanyakan muatan yang dibawa oleh mobil Pick Up tersebut. Hingga akhirnya mobil dan pengendara Pick Up beserta temannya dipersilahkan pergi tanpa meminta apapun.

Tidak berselang lama setelah kejadian, ternyata vidio tersebut diposting di media sosial TikTok oleh akun @chikachika570, dan dalam waktu singkat vidio itu pun viral. Namun yang di sayangkan adalah caption atau judul vidio yang bertuliskan,'hati2 di lintas timur,uda banyak sok preman,dan pungli,macam jagoan aja,'.

Sementara semua oknum wartawan dan LSM dilokasi kejadian tidak ada melakukan kekeran dan tidaksedikit pun meminta sesuatu yang berkaitan Pungli (Pungutan Liar) kepada supir dan temannya.

Beberapa hari kemudian, diketahui sang supir mobil Pick Up itu ternyata telah membuat laporan kepolisian dan akibatnya sejumlah oknum wartawan dan LSM yang ada saat kejadian dipanggil oleh Polres Pelalawan untuk dimintai keterangan yang dijadwalkan pada hari Senin, tanggal 27 Januari 2025.

Atas panggilan dari Polres Pelalawan itu, sejumlah oknum wartawan dan LSM yang terlibat bersikap profesional dan menyanggupi panggilan tersebut sesuai waktu yang telah dijadwalkan.
Red*




 
Berita Lainnya :
  • Oknum Mantan RW Disebut Bos Usaha Ilegal Pengolahan Oli Bekas, Bupati Kampar Didesak Tindak Tegas DLH Tak Mampu Bertindak
  • FKI.1 Sergai Desak Satpol PP Periksa dan Tertibkan SPPG Tanpa PBG, Dugaan 21 Dapur MBG Jadi Sorotan
  • Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Desa Pon, Tim Gabungan Polres Sergai dan Polda Sumut Amankan 12 Orang, 10 Positif Urine
  • KWITANSI GAJI CATAT POTONGAN JAMSOSTEK Rp115.400, STATUS BPJS KETENAGAKERJAAN ALMARHUM AHMAD HASAN DIPERTANYAKAN
  • HUT ke-75 Prabowo Subianto, Gerindra Sergai Gelar Aksi Sosial di RSUD Sultan Sulaiman, Budi SE, MM: Kepedulian Harus Diwujudkan melalui Tindakan Nyata
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Oknum Mantan RW Disebut Bos Usaha Ilegal Pengolahan Oli Bekas, Bupati Kampar Didesak Tindak Tegas DLH Tak Mampu Bertindak
    02 FKI.1 Sergai Desak Satpol PP Periksa dan Tertibkan SPPG Tanpa PBG, Dugaan 21 Dapur MBG Jadi Sorotan
    03 Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Desa Pon, Tim Gabungan Polres Sergai dan Polda Sumut Amankan 12 Orang, 10 Positif Urine
    04 KWITANSI GAJI CATAT POTONGAN JAMSOSTEK Rp115.400, STATUS BPJS KETENAGAKERJAAN ALMARHUM AHMAD HASAN DIPERTANYAKAN
    05 HUT ke-75 Prabowo Subianto, Gerindra Sergai Gelar Aksi Sosial di RSUD Sultan Sulaiman, Budi SE, MM: Kepedulian Harus Diwujudkan melalui Tindakan Nyata
    06 Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Revitalisasi Sekolah dari Pemerintah Pusat, Total Anggaran 2026 Capai Rp6,85 Miliar
    07 Sudah Disegel tapi Masih Beroperasi! APH Didesak Bertindak Usaha Pengolahan Oli Bekas di Siak Hulu Tetap Berjalan, Warga Tercekik Bau Menyengat
    08 Jurnalis Sergai Resmi Surati PT STS, 39 Pertanyaan Dilayangkan soal Dugaan BPJS Ketenagakerjaan Almarhum Ahmad Hasan
    09 31 Tahun Bekerja di PT STS, Ahmad Hasan Meninggal Dunia Diduga Tanpa Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan
    10 Polsek Tambang Sikat 3 Orang Pengedar Narkoba dan Sita Belasan Paket Sabu-sabu Serta Pil Ekstasi
    11 Pasar Malam Tanjung Marulak di duga Tidak Memiliki Izin Keramaian dari Kepolisian Setempat
    12 BUPATI SERGAI TEKANKAN APBD 2027 HARUS TEPAT SASARAN: JANGAN HANYA KEJAR SERAPAN ANGGARAN, MANFAAT NYATA UNTUK RAKYAT JADI PRIORITAS
    13 DUA TAHUN PERKARA BELUM TUNTAS, OPSINEWS.COM DESAK KEJELASAN PENYIDIKAN DAN LANGKAH KONKRET POLRES SERGAI CARI DPO RIDWAN FALEFFI
    14 Polres Sergai Terbitkan DPO Ridwan Faleffi, Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan Masih Dicari
    15 Residivis Curanmor Lintas Wilayah Ditahan di Polsek Tualang Sementara Polsek Binawidya Bantah Tak Lanjutkan 4 Laporan Polisi Agus
    16 Wujud Kepedulian Sosial, Kapolres Sergai Salurkan Tali Asih ke Yayasan Cahaya Hati Kemanusiaan
    17 KECELAKAAN BERUNTUN DI PERBAUNGAN: SOPIR ANGKOT KUPM MENINGGAL DUNIA, SEMBILAN ORANG LUKA-LUKA
    18 Aksi Koboy Preman Jalanan Todongkan Pistol Kepada Pedagang Di jalan Arifin Ahmad, Kecamatan bukit Raya, Kota Pekanbaru Viral
    19 Wali Kota Tebing Tinggi Dorong Perluasan PJU hingga Gang Permukiman, PLN Targetkan Listrik Kolam Renang Kembali Menyala Oktober
    20 GSN di Desa Tarean, Tim Gabungan Sisir Pondok Diduga Lokasi Penyalahgunaan Narkoba, Pelaku Nihil
    21 Polres Sergai Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Perbaungan, Kapolres Letakkan Batu Pertama
    22 Pemko Tebing Tinggi Siapkan Tes Urine bagi Seluruh ASN, Perkuat Komitmen Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dari Narkoba
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik