Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
KUASA HUKUM ALM PRAJURIT TNI PRADA JOSUA LUMBAN TOBING" SEMAKIN KUAT DUGAAN BUKAN BUNUH DIRI
Kamis, 08-08-2024 - 18:03:30 WIB
TERKAIT:
   
 

Pekanbaru. OPSINEWS.COM-Keluarga Korban semakin Curiga atas Kasus Meninggalnya Anggota Tentara Negara Republik Indonesia (TNI) nama Almarhum Prada Josua Lumban Tobing yang meninggal pada hari Minggu tanggal 30 Juni 2024 sekira Pukul 23.30 WIB, yang ditemukan meninggal dunia yang di duga bunuh diri dalam keadaan Tergantung dengan tali yang menjerat di leher bertempat di dalam Gudang-1 Logistik Yonif 132/BS, Batalyon Infanteri 132 Salo – Bangkinang, mengalami babak baru untuk terus mencari Keadilan bagi Keluarga Keluarga semakin tak percaya bunuh Diri.
Hari ini (08/08/2024),

Penasihat Hukum Keluarga Alm. Prajurit TNI Prada Josua Lumban Tobing, yakni Para Advokat dari KANTOR HUKUM Dr. FREDDY SIMANJUNTAK, S.H., M.H & Rekan, yakni Dr. FREDDY SIMANJUNTAK, S.H., M.H, TRIANDI BIMANKALID, S.H., M.H, DIAN WAHYUNI,E, SKM., S.H., M.M., M.H.Kes., CTL, AGUS SAHAT SITOMPUL, SKM., S.H., M.H., SYAFRUDDIN SIMBOLON, S.H., M.H, WILLIAM ALFRED HALOMOAN, S.H., M.H., SUCI RAHMA DANI. S.H., dan M. ARDIANSYACH, S.H. mendatangi Rumah Sakit Tentara, Kota Pekanbaru.
Hari Kamis (08/08/2024),

Kedatangan Rombongan Tim Kuasa Hukum dari Keluarga Alm. Prada Josua Lumban Tobing diterima langsung oleh dr. Finot, Sp.pA selaku Kepala Rumah Sakit beserta jajarannya. Tim Kuasa Hukum sebagai Penerima Kuasa dari Pihak Keluarga Alm. Josua Lumban Tobing meminta Surat Kematian dan Juga Rekam Medis yang menjadi Hak bagi Keluarga Korban yang sampai saat ini belum diterima oleh Keluarga Korban. Ternyata berdasarkan Surat Kematian dan Rekam Medis yang dikeluarkan oleh Pihak Rumah Sakit Tentara menyatakan bahwa Korban ketika sampai di Rumah Sakit dalam keadaan sudah Meninggal Dunia, dan Cara Kematian dinyatakan adalah Kematian Tidak Wajar (Unnatural Death) dengan Klasifikasi Tidak Diketahui Cara Kematiannya tersebut.

Dr. Freddy Simanjuntak, S.H., M.H ketika memberikan keterangan kepada Insan Pers menyampaikan bahwa berdasarkan Surat Kematian dan Rekam Medis yang dikeluarkan oleh Pihak Rumah Sakit membuktikan bahwasanya Dugaan atau statement yang beredar yang menyampaikan anak klien kami Alm. Prada Josua Lumban Tobing Meninggal akibat Bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya karena diputusin Pacarnya sesungguhnya telah terbantahkan, berdasarkan Surat Kematian yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Tentara ini dinyatakan Cara Kematian anak Klien kami adalah Kematian yang tidak wajar yang penyebab kematiannya tidak diketahui, bukan karena Bunuh Diri. Padahal Pilihan Keterangan Bunuh diri ada pada Kolom Surat Kematian tersebut. Sehingga kami meyakini dugaan atas meninggalnya anak klien kami bukan dikarenakan Bunuh diri semakin menguat, berdasarkan data-data serta keterangan-keterangan dari Saksi yang kami kumpulkan.

Terkait dengan Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh Ayah Korban Alm. Prada Josua Lumban Tobing yakni Wilson Lumban Tobing yang tidak dibubuhi tanggal surat yang diserahkan langsung oleh Komandan Korem 031/Wira Bima pada Hari Senin Malam tanggal 01 Juli 2024 bertempat di Rumah Sakit Tentara Pekanbaru yang pada intinya Konsep Surat tersebut bukan dari Keluarga Korban melainkan dari Komandan Korem yang berisi 3 Point yakni : (1). Saya tidak akan melakukan otopsi terhadap anak kandung saya; (2). Saya tidak akan menuntut secara hukum yang berlaku tentang kejadian yang terjadi terhadap anak saya tersebut; dan (3). Permasalahan ini akan saya selesaikan secara kekeluargaan. Surat pernyataan tersebut disodorkan pada saat Ayah korban sedang berduka melihat jenazahnya anaknya di rumah sakit tentara Pekanbaru, dan didalam surat pernyatan tersebut dinyatakan bahwa Alm. Prada Josua Lumban Tobing murni melakukan perbuatan mengakhiri diri dengan cara menggantung diri, sementara didalam Surat Keterangan Kematian yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Tentara Cara Kematian anak Klien kami adalah Kematian yang tidak wajar yang penyebab kematiannya tidak diketahui, bukan karena Bunuh Diri dengan cara gantung diri. Maka Surat Pernyataan yang diserahkan oleh Komandan Korem untuk ditandatangani oleh Ayah Korban terkesan dipaksakan dan terlalu dini atau Sangat Prematur untuk mengambil sebuah kesimpulan yang menyatakan Korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.

Kami juga menduga berdasarkan Alat Bukti lainnya berupa Rekaman Video beredar yang berdurasi 36 Detik, ternyata pada detik ke 28 terdengar dengan jelas suara orang membuka dan menutup pintu dan rekaman Video tersebut kuat dugaan direkam oleh orang lain sebab rekaman Video tersebut bergerak atau bergoyang pada saat detik-detik Korban dalam keadaan gantung diri, dan ditempat kejadian dalam kondisi tidak ada cahaya lampu sama sekali selain cahaya Handphone, artinya semakin kuat dugaan bahwa sesungguhnya ditempat kejadian Perkara diduga ada orang lain selain Korban.

Kami juga mempertanyakan keberadaan CCTV di lokasi kejadian, mengingat Korban diduga gantung diri tersebut berada pada Gudang Logistik yang semestinya ada rekaman CCTV dan rekaman CCTV tersebut sampai hari ini tidak pernah ditunjukkan kepada Keluarga Korban. Apalagi kami mendapatkan Fakta terbaru bahwa Jenazah Korban ketika sampai di Rumah Sakit Tentara masih memakai Seragam TNI bukan milik Korban namun atas nama Insial “RS”, dan juga berdasarkan keterangan dari Pihak Rumah Sakit Tentara ditemukan Jenazah masih mengeluarkan Darah dari Mulut dan Hidung Korban, dan juga Jenazah ketika sampai di Rumah Sakit Tentara, ditemukan Luka lebam disekujur tubuh Korban. Sehingga semakin kuat dugaan bahwa korban terlebih dahulu dianiya dan atau disiksa sebelum digantung.

Berdasarkan Informasi yang disampaikan oleh Klien kami bahwa Situasi dan atau kondisi didalam Gudang-1 Logistik Yonif 132/BS Tempat ditemukannya Korban tergantung diri telah dirubah dari bentuk semula, sehingga yang menjadi Pertanyaan bagi kami, apa Alasannya? Sehingga akan menjadi sulit untuk melakukan rekonstruksi ulang untuk mencari kebenaran Materiil pada Kasus ini, tindakan untuk merubah situasi atau kondisi didalam Gudang tersebut sama saja seperti menghilangkan barang bukti dan mengarah untuk mempersulit pemeriksaan lebih lanjut. Namun kami akan terus maju dan mengambil langkah-langkah Hukum untuk membuat Kasus ini jelas dan terang benderang sehingga keluarga Almarhum mendapat Keadilan yang dicarinya selama ini, ungkap Freddy.

Dian Wahyuni,E, SKM., S.H., M.M., M.H.Kes., CTL yang juga merupakan Tim Kuasa Hukum keluarga Alm. Prada Josua Lumban Tobing menyampaikan, “basic saya adalah orang Kesehatan yang hari ini fokus pada Kajian Hukum Kesehatan, melihat data-data serta keterangan-keterangan yang kami dengar dan saksikan, dapat kita kaji bahwasanya ada Praduga kuat yang mengarah bukan disebabkan Bunuh Diri karena Gantung diri. Oleh sebab itu, kami bersama Tim Kuasa Hukum lainnya akan berjuang untuk mengungkap Fakta ini dengan sebenar-benarnya, ungkapnya.

    Untuk Selanjutnya Tim Kuasa Hukum akan mengupayakan dilakukan Otopsi Jenazah Korban dan mendorong Pemerintah dan Instansi terkait lainnya untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang independen untuk mengungkap Fakta Kejadian sesungguhnya bagaimana Alm Prada Josua Lumban Tobing kehilangan nyawanya.
Tim Redaksi*




 
Berita Lainnya :
  • Oknum Mantan RW Disebut Bos Usaha Ilegal Pengolahan Oli Bekas, Bupati Kampar Didesak Tindak Tegas, DLH Tak Mampu Bertindak
  • FKI.1 Sergai Desak Satpol PP Periksa dan Tertibkan SPPG Tanpa PBG, Dugaan 21 Dapur MBG Jadi Sorotan
  • Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Desa Pon, Tim Gabungan Polres Sergai dan Polda Sumut Amankan 12 Orang, 10 Positif Urine
  • KWITANSI GAJI CATAT POTONGAN JAMSOSTEK Rp115.400, STATUS BPJS KETENAGAKERJAAN ALMARHUM AHMAD HASAN DIPERTANYAKAN
  • HUT ke-75 Prabowo Subianto, Gerindra Sergai Gelar Aksi Sosial di RSUD Sultan Sulaiman, Budi SE, MM: Kepedulian Harus Diwujudkan melalui Tindakan Nyata
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Oknum Mantan RW Disebut Bos Usaha Ilegal Pengolahan Oli Bekas, Bupati Kampar Didesak Tindak Tegas, DLH Tak Mampu Bertindak
    02 FKI.1 Sergai Desak Satpol PP Periksa dan Tertibkan SPPG Tanpa PBG, Dugaan 21 Dapur MBG Jadi Sorotan
    03 Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Desa Pon, Tim Gabungan Polres Sergai dan Polda Sumut Amankan 12 Orang, 10 Positif Urine
    04 KWITANSI GAJI CATAT POTONGAN JAMSOSTEK Rp115.400, STATUS BPJS KETENAGAKERJAAN ALMARHUM AHMAD HASAN DIPERTANYAKAN
    05 HUT ke-75 Prabowo Subianto, Gerindra Sergai Gelar Aksi Sosial di RSUD Sultan Sulaiman, Budi SE, MM: Kepedulian Harus Diwujudkan melalui Tindakan Nyata
    06 Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Revitalisasi Sekolah dari Pemerintah Pusat, Total Anggaran 2026 Capai Rp6,85 Miliar
    07 Sudah Disegel tapi Masih Beroperasi! APH Didesak Bertindak Usaha Pengolahan Oli Bekas di Siak Hulu Tetap Berjalan, Warga Tercekik Bau Menyengat
    08 Jurnalis Sergai Resmi Surati PT STS, 39 Pertanyaan Dilayangkan soal Dugaan BPJS Ketenagakerjaan Almarhum Ahmad Hasan
    09 31 Tahun Bekerja di PT STS, Ahmad Hasan Meninggal Dunia Diduga Tanpa Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan
    10 Polsek Tambang Sikat 3 Orang Pengedar Narkoba dan Sita Belasan Paket Sabu-sabu Serta Pil Ekstasi
    11 Pasar Malam Tanjung Marulak di duga Tidak Memiliki Izin Keramaian dari Kepolisian Setempat
    12 BUPATI SERGAI TEKANKAN APBD 2027 HARUS TEPAT SASARAN: JANGAN HANYA KEJAR SERAPAN ANGGARAN, MANFAAT NYATA UNTUK RAKYAT JADI PRIORITAS
    13 DUA TAHUN PERKARA BELUM TUNTAS, OPSINEWS.COM DESAK KEJELASAN PENYIDIKAN DAN LANGKAH KONKRET POLRES SERGAI CARI DPO RIDWAN FALEFFI
    14 Polres Sergai Terbitkan DPO Ridwan Faleffi, Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan Masih Dicari
    15 Residivis Curanmor Lintas Wilayah Ditahan di Polsek Tualang Sementara Polsek Binawidya Bantah Tak Lanjutkan 4 Laporan Polisi Agus
    16 Wujud Kepedulian Sosial, Kapolres Sergai Salurkan Tali Asih ke Yayasan Cahaya Hati Kemanusiaan
    17 KECELAKAAN BERUNTUN DI PERBAUNGAN: SOPIR ANGKOT KUPM MENINGGAL DUNIA, SEMBILAN ORANG LUKA-LUKA
    18 Aksi Koboy Preman Jalanan Todongkan Pistol Kepada Pedagang Di jalan Arifin Ahmad, Kecamatan bukit Raya, Kota Pekanbaru Viral
    19 Wali Kota Tebing Tinggi Dorong Perluasan PJU hingga Gang Permukiman, PLN Targetkan Listrik Kolam Renang Kembali Menyala Oktober
    20 GSN di Desa Tarean, Tim Gabungan Sisir Pondok Diduga Lokasi Penyalahgunaan Narkoba, Pelaku Nihil
    21 Polres Sergai Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Perbaungan, Kapolres Letakkan Batu Pertama
    22 Pemko Tebing Tinggi Siapkan Tes Urine bagi Seluruh ASN, Perkuat Komitmen Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dari Narkoba
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik