Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Di duga Oknum TNI Jadi Bodyguard Gudang BBM Ilegal di Dumai
Dua Oknum TNI Dumai di Duga Pembeking Gudang Penimbunan BBM Ilegal dan Intimidasi Pers
Minggu, 11-02-2024 - 13:10:04 WIB
TERKAIT:
   
 

DUMAI, RIAU. OPSINEWS.COM-Kejadian yang menggemparkan terjadi di Kota Dumai ketika dua orang diduga oknum TNI melakukan intimidasi terhadap wartawan dan Tim Light Independen Bersatu (LIBAS) yang sedang melakukan investigasi di lokasi yang diduga sebagai tempat penimbunan BBM ilegal.

Kedua oknum TNI tersebut bahkan mengklaim sebagai anak buah dari bos mafia minyak ilegal di Kota Dumai, dengan dugaan adanya pembiaran dari aparat kepolisian setempat, Sabtu 10/24.

Elwin Ndruru, Ketua Umum DPP Team LIBAS, didampingi oleh kuasa hukumnya Martinus Zebua, memberikan penjelasan kepada media dalam konferensi pers di depan gedung Polres Dumai pada Jumat, 9 Februari 2024, menyatakan bahwa penimbunan BBM ilegal di Kota Dumai bukanlah rahasia umum lagi, dan menduga kuat bahwa Polres Dumai sengaja mengabaikan masalah ini.

“Gudang penimbunan BBM yang saat ini semakin marak di Kota Dumai, bukan lagi rahasia umum. Ini sudah sejak lama beroperasi bebas tanpa disentuh hukum, tempatnya pas dipinggir jalan umum,  dijalan Sukarno Hatta kota Dumai “kata Elwin.

Menurutnya, gudang penimbunan BBM ilegal semakin marak di Kota Dumai dan telah beroperasi tanpa hambatan hukum selama beberapa waktu. Disebutkan, bahwa hal ini merupakan tindak pidana, dan apabila Polres Dumai membiarkan kegiatan mafia penimbunan BBM ilegal, maka hal tersebut dianggap sebagai pengkhianatan terhadap negara dan rakyat serta menentang perintah Kapolri.

Elwin juga mengungkapkan bahwa tim LIBAS berhasil menemukan puluhan gudang penimbunan BBM ilegal di sepanjang Jalan Sukarno Hatta Kota Dumai selama hasil investigasi lapangan mereka pada Jumat, 9 Februari 2024. Mereka mencatat bahwa mafia BBM ilegal menggunakan gudang tertutup untuk menyimpan dan menjual BBM ilegal, dengan cara yang merugikan masyarakat.

“Seperti terlihat bahkan tertangkap camera kami, mobil tangki warna merah putih berisikan BBM bersubsidi jenis pertalite dan mobil berwarna putih biru memasuki gudang tertentu untuk menjual minyak kepada mafia dengan cara kencing, “beber Elwin.

Lebih jauh dijelaskan, selama investigasi mereka di lapangan, Elwin menyatakan bahwa mereka mengalami intimidasi dari dua orang diduga oknum TNI yang bekerja sama dengan pemilik gudang BBM ilegal dan bahkan oknum TNI itu mengaku sebagai anak buah bos mafia illegal tersebut. Bahkan, insiden tersebut hampir berujung pada kekerasan fisik terhadap wartawan dan anggota tim investigasi.

“Saat kami tiba dijalan Sukarno Hatta kota Dumai memasuki tempat gudang penyelundupan tersebut, sejumlah preman dan diduga ada dua orang yang mengaku oknum anggota TNI menghadang kami dan mencoba melayangkan tinju kepada kami, saat itu mereka sempat mendorong sambil mencekik leher salah satu wartawan yang merupakan tim kita, “ungkapnya.

Menurut pengakuan dari salah satu anak buah dari pemilik gudang penimbunan BBM, bosnya telah memberi suap kepada berbagai pihak, termasuk Polsek, Polres, dan bahkan Polda Riau melalui Ditreskrimsus Polda Riau. Hal ini menunjukkan adanya keterlibatan aparat kepolisian dalam kasus ini.

“Disini sudah kita bayar semua bg, baik itu Polsek, Polres dan Polda. Kami nyetor semua, di Polda itu kami setor ke Ditreskrimsus jadi kami gk takut siapapun yang melapor dan semua wartawan disini kami kasih jatah melalui RH, jadi kalau wartawan datang kesini tidak boleh main langsung masuk tapi harus melalui RH, dia juga dari media, “ujar Elwin, menirukan perkataan salah seorang anak buah Pemilik tempat Penimbungan BBM Illegal tersebut.

Namun, saat tim LIBAS mencoba melakukan klarifikasi dengan Kapolres Dumai melalui WhatsApp, mereka diarahkan untuk menemui Kasat Reskrim Polres Dumai. Namun, saat tiba di ruang Sat Reskrim, Kasat tidak berada di tempat. Bahkan, saat konfirmasi ulang dilakukan kepada Kapolres Dumai, mereka hanya mendapat tanggapan yang mengelak.

Ditempat yang sama, Martinus Zebua menyoroti fungsi dan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dia menegaskan bahwa jika pihak kepolisian mengabaikan laporan masyarakat terkait tindak pidana, maka hal tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap negara dan konstitusi.

DPP Team LIBAS meminta ketegasan dari pihak berwenang, termasuk Kapolri, Kapolda, Presiden, Menteri BUMN, dan KPK, untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam kasus ini.

Terakhir, mereka mendesak Polda Riau untuk segera menangkap para pelaku mafia BBM ilegal di Kota Dumai. Jika tidak, mereka akan melaporkan peristiwa ini ke Mabes Polri agar kejahatan tindak pidana segera diberantas habis, mengingat dampak merugikan yang telah dirasakan oleh masyarakat dan negara akibat penyalahgunaan BBM subsidi.

“Kami meminta ketegasan kepada Pak Kapolri, Pak Kapolda, Pak Presiden, pak Mentri BUMN dan karena ini adalah Pertamina maka kepada ketua KPK juga turun andil untuk tegas dan mengusut kasus ini dan copot Kapolres Dumai dan oknum Polsek termasuk oknum Ditreskrimsus Polda Riau, ”tegas Kuasa Hukum LIBAS, Martinus Zebua.

Hingga berita ini dimuat, redaksi masih menunggu jawaban konfirmasi yang dilayangkan Media ini pada Pihak Polres Dumai dan Pihak Polda Riau”.

Kapolres Dumai dikonfirmasi Media ini melalui Pesan WhatsApp nya, Sabtu (10/2//24). Namun Hingga berita ini dimuat belum ada jawaban.

Terpisah, Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Pol Nasriadi dikonfirmasi Media ini terkait setoran ke  Polda Riau sebagaimana pengakuan dari beberapa pemilik tempat penimbunan BBM illegal di Kota Dumai, menegaskan bahwa tuduhan itu bohong. Disebutkan, belakangan ini, pihaknya telah melakukan penangkapan BBM Ilegal.

“Gak ada itu, itu bohong. Kami telah melakukan menangkapan BBM illegal dan saya sdh perintahkan seluruh kasat reskrim untuk menindak bbm illegal di wilayahnya masinh-masing, “tegas Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Pol Nasriadi pada Media ini, Minggu (11/2/24).(Rls Tim ).




 
Berita Lainnya :
  • Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Makin Terang: Camat Klaim Sudah Laporkan ke DLH, Kabid Perkim-LH Sergai Tegaskan “Sampai Semalam Gak Ada Surat Terkait TSP”
  • Dibangun Tahun 2025, Puskesmas Pembantu Pkl.Kerinci Timur Sudah Rusak, Siapa yang Bertanggung jawab
  • Kantor Disdik Pelalawan Terlihat Seperti Tak Terurus Bahkan Kondisi Bangunan Memprihatinkan
  • Humas PKS PT TSP Disorot Tajam, Respons Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Minim; Rangkap Peran Kades Jadi Perhatian Publik, Kadis PMD: Belum Ada Larangan Khusus
  • Gerebek Sarang Narkoba di Pulau Tagor, Polisi Temukan Bong dan Peralatan Diduga Bekas Pakai Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Makin Terang: Camat Klaim Sudah Laporkan ke DLH, Kabid Perkim-LH Sergai Tegaskan “Sampai Semalam Gak Ada Surat Terkait TSP”
    02 Dibangun Tahun 2025, Puskesmas Pembantu Pkl.Kerinci Timur Sudah Rusak, Siapa yang Bertanggung jawab
    03 Kantor Disdik Pelalawan Terlihat Seperti Tak Terurus Bahkan Kondisi Bangunan Memprihatinkan
    04 Humas PKS PT TSP Disorot Tajam, Respons Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Minim; Rangkap Peran Kades Jadi Perhatian Publik, Kadis PMD: Belum Ada Larangan Khusus
    05 Gerebek Sarang Narkoba di Pulau Tagor, Polisi Temukan Bong dan Peralatan Diduga Bekas Pakai Sabu
    06 Wartawan Opsinews.com Diteror Pesan dan Audio dari Nomor Tak Dikenal Usai Soroti Dugaan Galian C Kuta Baru
    07 Warganet Tantang Camat Sipispis dan Kades Silau Padang Mandi di Sungai Bah Sombu Saat Diduga Ada Aliran Limbah PKS
    08 Kades Kuta Baru Tegaskan Pemdes Tak Pernah Terbitkan Rekomendasi Galian C, Camat dan Polres Tebing Tinggi Belum Beri Jawaban Lanjutan
    09 Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Kuta Baru Sergai Bebas Beroperasi
    10 Viral Dugaan Aliran Cairan ke Sungai Bah Sombu, Camat Sipispis Klaim Sudah Laporkan ke DLH Sergai, Kini Menunggu Kroscek Lapangan
    11 Empat Bulan Buron, Terduga Pelaku Pencurian Microbus Senilai Rp110 Juta Ditangkap Tim URC Polres Sergai
    12 Dugaan Aliran Cairan ke Sungai Bah Sombu Disorot, Respons Kabid Perkim-LH Sergai Dipertanyakan
    13 Wali Kota Tebing Tinggi Hadiri Rakor Regional Sumatera, Perkuat Sinergi Lintas Sektor Kejar Target Zero Stunting
    14 Warga Minta Bupati Sergai Evaluasi Camat Sipispis, Soroti Respons Dugaan Limbah ke Sungai Bah Sombu
    15 Dinas Perkim-LH Sergai Tegaskan Pengawasan Tetap Berjalan, Warga Soroti Respons Camat Sipispis dan Kepala Desa Silau Padang
    16 Sempat Buang Barang Bukti Saat Dikejar Polisi, Residivis Narkoba di Pantai Cermin Kembali Diringkus
    17 Dugaan Aliran Limbah ke Sungai Bah Sombu Disorot, Camat Sipispis dan Kades Silau Padang Belum Beri Tanggapan
    18 Dump Truk Bawa Solar Ditetapkan Jadi Barang Temuan Oleh Polres Pelalawan
    19 Camat Sipispis Sebut Belum Ada Laporan Tertulis Warga soal Dugaan Limbah ke Sungai Bah Sombu
    20 Warga Kembali Resah, Dugaan Aliran Limbah ke Sungai Bah Sombu Sipispis Kembali Disorot
    21 Sona Halawa Klarifikasi Berita Yang Terkesan Lindungi Mafia BBM Subsidi Dan Menyudutkannya.
    22 Cabdis Pendidikan Wilayah III Sumut Dalami Foto Pribadi yang Dikaitkan dengan Guru PNS SMA Negeri 1 Tebingtinggi: “Sedang Kita Proses”
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik