Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Kapolsek Tambang:" Tidak Ada Kewenangan Mediasi Persoalan Tanah
Lahan Warga di Rimbo Panjang di Eksekusi Paksa Oleh Orang Tak di Kenal
Jumat, 08-12-2023 - 16:37:39 WIB
Foto Saat di Lokasi Lahan
TERKAIT:
   
 

Tambang- Kampar. OPSINEWS.COM-Sekitar satu minggu belakangan ini pemilik lahan di Desa Rimbo panjang di resahkan oleh sekelompok orang yang berbadan tegap,berambut cepak mengaku sebagai pekerja melakukan pendoseran tanah secara paksa di jalan juzura RT 02/RW 03 dusun III, Desa Rimbo panjang, kecamatan Tambang, kab Kampar, Provinsi Riau. (28/11/23).

Meskipun mereka sudah di larang pemilik lahan bersama RT setempat,namun mereka mengaku sudah dapat izin dari perangkat Desa Rimbo panjang

Jika alat berat berhenti bekerja apakah abg mau ganti rugi alat sudah dibayar,"ucap salah seorang dari kelompok mereka ketika diminta menghentikan kegiatannya
Seolah-olah mereka sebagai pemilik lahan,"ujar ida dan ester

"Kami sebelum bekerja sudah duduk dengan perangkat desa,termasuk dengan kepala desanya sudah kordinasi"ucapnya pria lansia yang mengaku sebagai pekerja dan pemilik alat berat excavator

"Kami dari pihak Desa Rimbo panjang tidak pernah memberi mereka izin melakukan pendoseran,atau Exsekusi lahan tersebut,"
Kata kades Rimbo panjang Ben Zainal Arifin saat di hubungi melalui sambungan HP-nya

Persoalan ini sempat jadi tontonan warga perumahan Zahira,terlihat salah seorang oknum yang yang berbadan tegap melontarkan ucapan menantang kepada pemuda Rimbo panjang,"abang mau menganti kerugian kami jika alat berat ini dihentikan bekerja,kalau mau ganti rugi saya suruh berhenti bekerja,karena alat berat ini sudah dibayar bang,"ucapnya dengan nada membentak,bahkan oknum ini sempat medorong badan salah seorang pemuda Rimbo panjang,untungnya cepat dipisahkan warga dan RT setempat,sehingga tidak terjadi perkelahian.

Tak lama kemudian pihak polsek tambang mengunakan mobil patroli tiba ditempat kejadian (TKP),dihapan kedua belah pihak personel polsek tambang menghimbau agar mereka menghentikan kegiatannya,mereka berjanji tidak melanjutkan pekerjaan,sekitar pukul lima Sore alat berat mereka dipindahkan dari lokasi tanah tersebut kelokasi tanah lain yang jaraknya - + 200 meter,namun malam harinya alat berat mereka kembali ke lokasi tanah tersebut dan melanjutkan pendoseran pagi harinya.

Esok harinya pemilik lahan kembali melarang mereka menghentikan kegiatannya kegiatannya,justru mereka mengaku sudah kordinasi dengan pihak polsek,namun tidak dijelaskanya dengan polsek mana mereka kordinasi.

Jangan bapak lanjutkan bekerja,kemaren kan sudah ada kesepakatan dihadapan personil polsek tambang agar tidak melanjutkan mendoser tanah ini,pondok saya jangan dirusak,tanah ini saya beli,"ucap warga melarang mereka.

"Kami sudah telpon pihak polsek,kalau kami tidak kordinasi dengan polsek mana mungkin Kami berani bekerja,jika pondok itu rusak saya ganti 10 X lipat,"Jawab salah seorang dari kelompok pekerja kepada warga yang melarang mereka melakukan pekerjaan di atas tanah tersebut

Tepatnya Senin,(04/12/2923) Kepala desa Rimbo panjang yang diwakili sekdes Anas Mariono bersama ketua RT/RW kepala dusun serta bhabinkamtibmas Akhirnya turun kelapangan atas laporan dari pemilik lahan Ida Febriana

Dihadapan kedua belah pihak Sekdes menghimbau agar mereka menghentikan kegiatan dilapangan."Sebelum ada penyelesaian"stop semua aktivitas diatas lahan ini agar tidak terjadi bentrok fisik"Ucap sekdes

Namun mereka mengatakan persoalan tanah ini akan di mediasi di Polsek tambang,
saat ditanyakan apakah benar mereka bekerja sudah ada izin dari pihak Polsek tambang?,"kami disuruh bekerja oleh pemilik lahan bapak Fauzi yang kordinasi dengan Polsek tambang dia,bukan saya,"kilahnya

Kemaren kami sudah duduk dengan pemilik lahan bapak fauzi,katanya sudah kordinasi dengan pihak Polsek,bahkan persoalan ini sudah diberitahu kepada Polsek tambang,
dan Polsek tambang akan mediasikan persoalan ini,"ucapnya

Informasi yang diperoleh pewarta,mereka yang mengaku sebagai pekerja bukan warga Desa Rimbo panjang,tinggal di perumahan Zahira,dan mereka diduga tidak pernah melapor kepada RT setempat semenjak tinggal di desa Rimbo panjang.

Menanggapi hal tersebut,Sekdes menegaskan setiap orang yang tinggal di desa Rimbo panjang wajib melapor ke pada RT 1 X 24 Jam

Sementara itu,Kapolsek Tambang menyebut apa yang dikatakan oknum yang mengaku sebagai pekerja itu informasi Hoaxs

"Saya sampai saat ini belum lihat surat laporan mereka tu,lagian masalah tanah tidak ada kewenangan kita memediasi,
Informasi HOAXS itu bg,"Tegas AKP Marupa Sibarani S.H.,M.H menjawab konfirmasi awak media.

Sementara itu pihak kecamatan Air Tiris menjelaskan secara tertulis bahwa
register serta arsip.Camat Kampar di Airtiris
menerangkan bahwa Surat Keterangan
1.SKT nomor:593:45/11/1985 Atas nama Saleha Wahidy BA
2.SKT nomor:593:51/11/1985 Atas nama Drs.H.Mukhtar Samad
3.SKT nomor:593:74/11/1985 Atas nama Haji Anis ANIS
4.SKT nomor:593:25/11/1985 Atas nama Drs.H.Hanafi, keempat surat tersebut tidak terdaftar di kecamatan Air tiris

Inilah surat tanahyang digunakan oknum ini untuk menyerobot tanah warga secara paksa didesa Rimbo panjang.

Tim*




 
Berita Lainnya :
  • Bupati Sergai Sebut Diversifikasi Pangan Salah Satu Solusi Hadapi Tantangan Perubahan Iklim
  • Polres Sergai Tindak Tegas Penyedotan Pasir ilegal di Desa Sei Belutu
  • Sinergitas TNI-Polri Bersama Warga, Bahagia Itu Sederhana
  • Aparat Penegak Hukum Pasang Garis Polisi Di SPBU Nomor 14-282-682
  • Sejumlah Masyarakat Melakukan Aksi Hentikan Pekerjaan Proyek Jalan Tol Padang-Sicincin-Kapalo Hilalang" Tuntut Ganti Rugi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Sergai Sebut Diversifikasi Pangan Salah Satu Solusi Hadapi Tantangan Perubahan Iklim
    02 Polres Sergai Tindak Tegas Penyedotan Pasir ilegal di Desa Sei Belutu
    03 Sinergitas TNI-Polri Bersama Warga, Bahagia Itu Sederhana
    04 Aparat Penegak Hukum Pasang Garis Polisi Di SPBU Nomor 14-282-682
    05 Sejumlah Masyarakat Melakukan Aksi Hentikan Pekerjaan Proyek Jalan Tol Padang-Sicincin-Kapalo Hilalang" Tuntut Ganti Rugi
    06 Bupati Rohil Hadiri Acara Temu Ramah, Atas di Pelantikan SF.Hariyanto Jadi Pj Gubri Riau 2024
    07 Animo Masyarakat Tinggi Selama Mengikuti GPM Pemko Tebing Tinggi
    08 Musyawarah Pemilihan Anggota BPD di Rimbo Panjang Kisruh
    09 Hasil Pleno KPU Kabupaten Inhil, Kapitra Ampera Masih Unggul Dari Caleg PDIP Lainnya
    10 Dihadiri Instansi Terkait Kabupaten Kota, Disdik Riau Rancang Renja Program Disdik 2025-2026
    11 Polsek Siak Hulu Rutin Laksanakan Giat KRYD dan Antisipasi Gangguan Kamtibmas Menjelang Ramadhan
    12 Warga Danau Lancang Bunuh Diri Dengan Menusuk Ulu Hati
    13 Mobil Rusak di Tengah jalan, Pengendara Sepeda Motor Tabrak Belakang Hingga Kritis
    14 Polres Sergai Berhasil Menyita Satu Unit Meja Judi Tembak Ikan di Desa Bakaran Batu Sei Bamban
    15 Seleksi Pemilihan Anggota BPD Rimbo Panjang Bertentangan Dengan Perda Nomor 6 Tahun 2018
    16 MUI dan Polres Sergai Bertekad Melawan Segala Bentuk Judi di Sergai, Ketua MUI Sergai : Perjudian Sangat Berdampak Negatif Pada Keluarga dan Masyarakat
    17 Di Panen Cabai Merah, Bupati Sergai Dorong Peningkatan Pertanian Sektor Hortikultura
    18 Ketua TP PKK Sergai : Lomba Desa Percontohan PKK diharap Tingkatkan Kinerja dan Kapasitas Pengurus
    19 Pelaku Pembunuhan Inisial SL Hasil Gelar Perkara Ditetapkan Jadi Tersangka
    20 LAPAS NARKOTIKA RUMBAI GELAR PENCANANGAN DAN PENANDATANGANAN PAKTA INTEGRITAS DAN KOMITMEN BERSAMA PEMBANGUNAN ZI
    21 Tindakan Tegas Kapolres Sergai Terhadap Lokasi Perjudian dan Menjaga Kondusifitas di Kecamatan Pantai Cermin
    22 Bupati Lantik Direktur Utama dan Umum PD Bank Pengkreditan Rakyat Rokan Hilir
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik