Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Sebut Tak Percaya Covid-19, dr Lois di Ancam 10 Tahun Bui
Selasa, 13-07-2021 - 08:00:58 WIB
dr Lois
TERKAIT:
 
  • Sebut Tak Percaya Covid-19, dr Lois di Ancam 10 Tahun Bui
  •  

    JAKARTA | OPSINEWS.COM - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan dokter Lois Owien sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong hingga membuat keonaran terkait Covid-19. Lois pun telah ditahan sejak Senin (11/7).

    Jika merujuk pasal yang dijeratkan kepada tersangka, maka dokter Lois terancam hukuman pidana penjara hingga 10 tahun.

    "(Dijerat pasal) Tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dan atau tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," kata Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Senin (12/7).

    Kemudian, dia juga diduga melanggar pidana menghalang-halangi pelaksanaan atau penanggulangan wabah dengan menyiarkan berita tak pasti. Polisi menyebut patut diduga berita hoaks yang disebarkan itu dapat membuat keonaran di kalangan masyarakat.

    Agus menjelaskan, Lois dijerat pasal berlapis mulai dari Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) hingga Undang-undang tentang Wabah Penyakit Menular.

    Lois dijerat Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

    Dari keseluruhan pasal tersebut, ancaman hukuman maksimal yang dapat dikenakan kepada Lois ialah 10 tahun penjara sebagaimana diatur dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-undang nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

    Beleid tersebut berbunyi: (1) Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan engaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.
    Kemudian, dalam sangkaan pasal lain tentang upaya menghalang-halangi penanggulangan wabah, dia terancam pidana penjara paling lama satu tahun dan atau denda setingi-tingginya Rp1 juta.

    Penangkapan Lois dilakukan usai perbincangan yang dilakukan dirinya di acara talkshow dengan Hotman Paris viral di media sosial. Kala itu, dia menyatakan bahwa dirinya tak percaya Covid-19.

    Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan kalimat yang diungkapkan Lois sehingga diproses hukum.

    "Postingannya adalah 'korban yang selama ini meninggal akibat covid-19 adalah bukan karena covid-19, melainkan diakibatkan oleh interaksi antar obat dan pemberian obat dalam enam macam," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (12/7). Kalimat itu dinilai sebagai suatu kebohongan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.

    sumber:cnn indonesia






     
    Berita Lainnya :
  • Kepsek SMAN 3 Siak Hulu Terkesan Alergi Bertemu Wartawan
  • Pegawai KPK Sebut Firli Bahuri Hanya Mengulur Waktu
  • Hadiri Pelantikan ISEI Komisariat UIN Suska Riau, Gubri Ajak Ciptakan Usaha Kreatif
  • Sri Mulyani Prediksi Anggaran Kesehatan Tembus Rp 300 Triliun di 2021
  • Dinas PUPR Pekanbaru Normalisasi Sungai Sibam
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Kepsek SMAN 3 Siak Hulu Terkesan Alergi Bertemu Wartawan
    02 Pegawai KPK Sebut Firli Bahuri Hanya Mengulur Waktu
    03 Hadiri Pelantikan ISEI Komisariat UIN Suska Riau, Gubri Ajak Ciptakan Usaha Kreatif
    04 Sri Mulyani Prediksi Anggaran Kesehatan Tembus Rp 300 Triliun di 2021
    05 Dinas PUPR Pekanbaru Normalisasi Sungai Sibam
    06 Kapal Motor KM United, Terbakar di Perairan Pulau Berhala, 1 ABK Tewas-2 Hilang
    07 Bupati Kampar Sisir Masyarakat Bagikan Bantuan langsung Kerumah Warga
    08 Indostrategic Bikin Simulasi Pilpres 2024: Anies-AHY Kalahkan Prabowo-Puan
    09 Pemberlakuan PPKM Level 4 di Kota Pekanbaru Membuat Pedagang Kecil Mengeluh
    10 Dituduh Menguna-Guna, Suami Istri Disiksa 9 Orang Hingga Tewaskan Sang Istri
    11 Polsek Siak hulu mengamankan MG, diduga melakukan pencurian di perumahan Torganda.
    12 Kerumunan orang diKantor Pos Tapung Hulu Saat pembagian BLT tidak mematuhi protokol kesehatan.
    13 Tak Kenal Lelah, Polda Banten Peduli Warga Salurkan Paket Sembako.
    14 Kecamatan XIII Koto Kampar Terima 2.200 KPM Bantuan Beras PPKM
    15 Kampar Raih Penghargaan KLA Tingkat Madya Dari Kementrian PP & PA RI
    16 Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Mengadakan Bhakti Sosial" Kumham Peduli Kumham Berbagi"
    17 Warung Remang-remang tetap Beroperasi, biar pun situasi pandemi.
    18 Kecelakaan beruntun 1 orang meninggal 2 Orang luka Ringan
    19 Masuk Level 3, Bupati Kampar Tinjau Posko Satgas Covid-19 Desa Tarai Bangun Tambang.
    20 Desa Pandau jaya dapat bantuan bangunan Halte dari pemerintah kota pekan Baru
    21 Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK, diangakat menjadi Kapolres Dumai.
    22 Tokoh Masyarakat Desa Banuasibohou Silimaewali Ucapkan Terimakasih Atas Pelantikan Pj. Kades Baru
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik