Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Bupati Muara Enim Minta Pindah Rutan, Sidang Suap Ditunda
Jumat, 02-07-2021 - 13:18:42 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Bupati Muara Enim Minta Pindah Rutan, Sidang Suap Ditunda
  •  

    PALEMBANG | OPSINEWS.COM - Sidang perdana kasus dugaan suap Bupati nonaktif Muara Enim Juarsah yang digelar pada Kamis (1/7) diputuskan ditunda. Alasan penundaan karena Juarsah belum menandatangani surat kuasa penasihat hukum dan dia meminta dipindahkan dari Rutan KPK ke Rutan Pakjo Palembang.

    Dalam sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Tipikor Palembang itu Juarsah mengaku belum menandatangani surat kuasa penasihat hukum karena pengacaranya kesulitan masuk ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

    Selain itu, dirinya pun memohon bisa dipindah ke Rutan di Palembang agar bisa lebih dekat dengan keluarga.

    "Saya mohon dengan sangat kepada majelis hakim supaya saya dipindahkan ke rutan di Palembang," ujar Juarsah.

    "Saya ini orang Palembang Pak Hakim, keluarga saya juga banyak di Palembang. Tim kuasa hukum saya juga di Palembang. Saya mohon dengan segala kerendahan hati agar saya dipindahkan ke Palembang supaya juga bisa memudahkan proses persidangan yang akan saya jalani ini," tutur Juarsah.

    Sementara itu Saipudin Zahri bersama tim yang bakal ditunjuk sebagai penasihat hukum Juarsah mengaku sulit mendapatkan akses masuk ke Gedung Merah Putih KPK sehingga Juarsah belum menandatangani surat kuasa penunjukan penasihat hukum. Selain itu, kondisi pandemi Covid-19 di ibukota pun semakin mempersulit mereka.

    "Tadi majelis hakim telah memfasilitasi agar dapat berkoordinasi langsung dengan pihak jaksa KPK. Tapi jawaban dari jaksa KPK agar surat kuasa itu dapat dititipkan saja, jelas kami menolak. Secara hukum itu tidak boleh dilakukan karena surat kuasa adalah dokumen penting yang bukan hanya hitam di atas putih," ujar Saipudin.

    Dirinya menjelaskan, surat kuasa harus ditandatangani langsung oleh Juarsah dan diketahui langsung oleh penasihat hukum yang telah ditunjuk.

    Sementara terkait permintaan pindah ke rutan di Palembang, pihaknya tidak bisa berkomentar banyak karena belum ada surat kuasa. Permintaan tersebut merupakan keinginan dan disampaikan langsung oleh Juarsah dalam persidangan.

    Jaksa Penuntut Umum KPK Agung Satrio berujar, permohonan pemindahan dan terkait surat kuasa penasihat hukum Juarsah sepenuhnya kewenangan majelis hakim dengan tetap memperhatikan kondisi pandemi saat ini.

    "Terkait hal itu, penetapannya kami menyerahkan sepenuhnya pada majelis. Tentu dengan memperhatikan kondisi pandemi sudah dalam kondisi mengkhawatirkan. Makanya kita harus memastikan keselamatan terdakwa dan pihak-pihak yang akan menemaninya ke Palembang," ujarnya.

    Sementara Ketua Majelis Hakim Sahlan Effendi menunda persidangan dalam waktu satu pekan tanpa langsung memutuskan permohonan Juarsah tersebut.
    Baca juga: Jadi Tersangka, Bupati Muara Enim Minta Masyarakat Memaklumi

    Kasus yang menjerat Juarsah mulai terkuak saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di sebuah rumah makan di Palembang pada 2 September 2019. Dalam operasi tangkap tangan dibekuk Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Elfin MZ Muchtar serta Direktur PT Enra Sari Robi Okta Fahlevi sebagai kontraktor.

    Dari penangkapan tersebut berkembang hingga penetapan Ahmad Yani yang saat itu menjabat sebagai bupati. Ketiganya disidang hingga akhirnya divonis oleh Pengadilan Tipikor Palembang.

    Kasus suap fee 16 proyek jalan tahun 2019 tersebut merugikan negara sebesar Rp130 miliar.

    Dari persidangan tersebut, berkembang pada penetapan tersangka-tersangka lainnya, yang paling mencuat adalah penetapan tersangka atas Aries HB yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Muara Enim. Aries baru saja divonis 5 tahun penjara pada 19 Januari lalu.

    Pengembangan selanjutnya, Juarsah yang sebelumnya wakil bupati baru saja dilantik secara definitif sebagai Bupati Muara Enim satu bulan, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang sama oleh penyidik KPK pada Senin (16/2).

    Juarsah yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Bupati dianggap memiliki peranan dalam korupsi yang telah menjerat mantan Bupati Muara Enim Ahmad Yani dan mantan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB ini.

    sumber: cnn indonesia




     
    Berita Lainnya :
  • Kepsek SMAN 3 Siak Hulu Terkesan Alergi Bertemu Wartawan
  • Pegawai KPK Sebut Firli Bahuri Hanya Mengulur Waktu
  • Hadiri Pelantikan ISEI Komisariat UIN Suska Riau, Gubri Ajak Ciptakan Usaha Kreatif
  • Sri Mulyani Prediksi Anggaran Kesehatan Tembus Rp 300 Triliun di 2021
  • Dinas PUPR Pekanbaru Normalisasi Sungai Sibam
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Kepsek SMAN 3 Siak Hulu Terkesan Alergi Bertemu Wartawan
    02 Pegawai KPK Sebut Firli Bahuri Hanya Mengulur Waktu
    03 Hadiri Pelantikan ISEI Komisariat UIN Suska Riau, Gubri Ajak Ciptakan Usaha Kreatif
    04 Sri Mulyani Prediksi Anggaran Kesehatan Tembus Rp 300 Triliun di 2021
    05 Dinas PUPR Pekanbaru Normalisasi Sungai Sibam
    06 Kapal Motor KM United, Terbakar di Perairan Pulau Berhala, 1 ABK Tewas-2 Hilang
    07 Bupati Kampar Sisir Masyarakat Bagikan Bantuan langsung Kerumah Warga
    08 Indostrategic Bikin Simulasi Pilpres 2024: Anies-AHY Kalahkan Prabowo-Puan
    09 Pemberlakuan PPKM Level 4 di Kota Pekanbaru Membuat Pedagang Kecil Mengeluh
    10 Dituduh Menguna-Guna, Suami Istri Disiksa 9 Orang Hingga Tewaskan Sang Istri
    11 Polsek Siak hulu mengamankan MG, diduga melakukan pencurian di perumahan Torganda.
    12 Kerumunan orang diKantor Pos Tapung Hulu Saat pembagian BLT tidak mematuhi protokol kesehatan.
    13 Tak Kenal Lelah, Polda Banten Peduli Warga Salurkan Paket Sembako.
    14 Kecamatan XIII Koto Kampar Terima 2.200 KPM Bantuan Beras PPKM
    15 Kampar Raih Penghargaan KLA Tingkat Madya Dari Kementrian PP & PA RI
    16 Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Mengadakan Bhakti Sosial" Kumham Peduli Kumham Berbagi"
    17 Warung Remang-remang tetap Beroperasi, biar pun situasi pandemi.
    18 Kecelakaan beruntun 1 orang meninggal 2 Orang luka Ringan
    19 Masuk Level 3, Bupati Kampar Tinjau Posko Satgas Covid-19 Desa Tarai Bangun Tambang.
    20 Desa Pandau jaya dapat bantuan bangunan Halte dari pemerintah kota pekan Baru
    21 Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK, diangakat menjadi Kapolres Dumai.
    22 Tokoh Masyarakat Desa Banuasibohou Silimaewali Ucapkan Terimakasih Atas Pelantikan Pj. Kades Baru
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik