Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Tabur Bunga Kenang Peristiwa 27 Juli 1996, PDIP Tuntut Aktor Intelektual Diusut
Rabu, 27-07-2022 - 11:07:43 WIB
TERKAIT:
   
 

JAKARTA, OPSINEWS.COM - PDIP menggelar tabur bunga untuk memperingati peristiwa penyerangan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 lalu di Jalan Diponegoro No. 58, Menteng.

Dipimpin Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP Ribka Tjiptaning, Yanti Sukamdani, mantan tim pembela PDIP Tumbu Saraswati, Anggota DPR Nyoman Parta serta puluhan keluarga korban yang biasa disebut Forum Komunikasi Kerukunan (FKK).

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian Hasto dan Ribka memberikan orasi untuk mengenang peristiwa yang kerap disebut Kasus Kudatuli atau Sabtu Kelabu.

Ribka menyebut saat itu ada dukungan masyarakat yang memberi kekuatan terhadap Megawati melawan kekuatan Orba.

"Kita sekarang masuk tahun ke-26 memperingati Kudatuli. DPP PDI Perjuangan menginginkan terus usut kasus ini. Kita juga sudah ke Komnas HAM. Kita minta jangan hanya bawahan pelaksana saja yang ditangkap tetapi aktor intelektualnya, apapun pangkatnya. Mereka semua masih bekeliaran tanpa proses hukum. Maka hari ini kita tabur bunga sama Pak Sekjen," ucap Ribka, Rabu (27/7/2022).

Hasto mengatakan kita tak pernah melupakan satu peristiwa yang sangat penting yang mana 27 Juli 1996 sebenarnya merupakan suatu rangkaian yang sangat panjang.

"Kita tahu peristiwa 1965 mengubah sejarah kita, dan sampai sekarang sisi gelap 1965 masih saja terjadi. Dimana rakyat Indonesia karena intervensi kekuatan Neo kolonialisme dan imprealisme yang kemudian melengserkan Bung Karno dengan segala cara. Bung Karno yang perjuangannya berhasil membebaskan bangsa-bangsa Asia Afrika dan Amerika Latin menakutkan kaum imperialis karena daya imajinasi dan kepemimpinannya," kata dia.

"Terlebih ketika Bung Karno mendapat gelar pendekar dan pembebas bangsa Islam, serta akan memberi hadiah bom atom kepada ABRI agar Indonesia semakin berperan penting bagi perdamaian dunia. Apa yang dilakukan Bung Karno menakutkan kemapanan kaum kolonialisme dan imperialisme," sambungnya.

Dia pun mengurai rangkaian kisah yang memicu kasus 27 Juli. Di mana, hasto menyebut ada intervensi kekuasaan dalam kongres PDI.

"Dari Asrama Haji Surabaya itu pada momentum yang sangat kritis, hadirlah Ibu Megawati memimpin gerakan moral rakyat. Itulah momentum yang Ibu Mega sering ceritakan kepada saya, bagaimana sebelum kongres dibubarkan, beliau mengambil momentum dan mengatakan secara de facto saya adalah ketua umum PDI. Itu lah cikal bakal perlawanan kekuatan arus bawah, karena pada sampai detik ini akibat proses intervensi Orde Baru adalah tradisi perlawanan," urai Hasto.

Rekayasa Politik

Hasto pun menyinggung berbagai upaya dalam menggagalkan kepemimpinan Megawati, yang puncaknya dilakukan rekayasa politik secara paksa.

"Ibu Mega sebagai ketua umum yang sah pada tanggal 27 Juli 1996 melihat bagaimana kantor partai ini diserang secara brutal dan kemudian timbul korban jiwa dan itu titik yang sangat gelap dalam demokrasi kita bagaimana pemerintahan menyerang parpol yang sebenarnya sah di mata hukum dan di mata rakyat," lanjut Hasto.

"Peringatan ini sangat penting, telah dilakukan doa besama dan dalam doa itu kita mohon kepada Tuhan agar para arwah yang telah berkorban, yang menjadi korban, yang dikorbankan dalam peristiwa 27 Juli 1996 ditempatkan di surga, di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa," sebut Hasto.

Menuntut Diusut

Dilanjutkannya, peristiwa 27 Juli terus dituntut agar kebenaran ditegakkan, agar hukum ditegakkan.

"Esensinya yang paling berkeadilan, menghukum siapapun yang telah melakukan suatu skenario yang telah menciptakan tragedi kemanusiaan yang begitu kelam dalam sejarah demokrasi kita," kata Hasto.

"Peristiwa 27 Juli suatu basis kekuatan moral tentang politik yang disampaikan Ibu Mega. Politik yang menyatu dengan kekuatan rakyat itu sendiri, karena itulah esensi dari kekuatan PDIP," sambungnya.

Hasto pun mengajak mengheningkan cipta sejenak. Kemudian, sambil menyanyikan lagu Gugur Bunga, Hasto, Ribka bersama semua yang hadir menaburkan bunga di sekeliling Kantor DPP PDIP.




 
Berita Lainnya :
  • Disinyalir Gudang Minyak Ilegal Terbakar Di Kota Jambi Jalan Umum Macet
  • Ada Apa di Gudang Yang Berkedok Toko Aktivitasnya Selalu Tersembunyi
  • Bebas Bersyarat Wilson Lalengke Siap Meneruskan Perjuangan
  • Anggota DPRD Kampar, Anotona Nazara Reses di SDN,016 Tanah Merah
  • Guru SMKN 2 Kota Jambi di Duga Lakukan Pungli
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Disinyalir Gudang Minyak Ilegal Terbakar Di Kota Jambi Jalan Umum Macet
    02 Ada Apa di Gudang Yang Berkedok Toko Aktivitasnya Selalu Tersembunyi
    03 Bebas Bersyarat Wilson Lalengke Siap Meneruskan Perjuangan
    04 Anggota DPRD Kampar, Anotona Nazara Reses di SDN,016 Tanah Merah
    05 Guru SMKN 2 Kota Jambi di Duga Lakukan Pungli
    06 Gudang Yang Berkedok Toko, Diduga Untuk Menghindari Pajak
    07 Kades Tarai Bangun Akui Kerap Terima Laporan Dugaan Pungli SDN 021 Tambang
    08 Danrem 042/Gapu Berpesan Penting Saat Pimpin Apel Gabungan Olahraga Bersama
    09 Jokowi ke Petani: Rawat Kelapa Genjah, Nanti Saya Cek Lagi
    10 Delegasi Pekanbaru Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi 2022 di Padang
    11 Pj Walikota Hadiri HUT SMAN 1 Pekanbaru ke-67
    12 JPU Sebut M Kece Selalu Ingat Seumur Hidup Wajahnya Dilumuri Kotoran oleh Napoleon
    13 Kemenkumham Riau Bakal Tambah CCTV dan Kawat di Lapas Pekanbaru
    14 Pemprov Riau sudah Salurkan Bansos 85 Panti Asuhan Sebesar Rp24 Miliar
    15 Kapolres Kampar Berikan Penghargaan Kepada 30 Anggota Berprestasi dan Berdedikasi Tinggi
    16 Diduga banyak pungutan Kepsek SD 021 Disinyalir Memperkaya Diri Dispora kampar Tutup Mata.
    17 Kuasa Hukum : STOP Pembangunan Pagar dan Hormati Proses Hukum
    18 Kapolres Kampar Serta Rombongan Kunjungi Korban Pencabulan
    19 Massa Kawal KIB Ricuh, Airlangga dan Zulhas Terhimpit Sampai Sulit Masuk KPU
    20 Namanya Terseret di Kasus Brigadir J, Fahmi Alamsyah Mundur dari Penasihat Kapolri
    21 Pemerintah Kabupaten Pelalawan Laksanakan Apel HUT Provinsi Riau
    22 BKSAP Desak DK PBB Bentuk Pasukan Perdamaian untuk Palestina
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik